Indonesia sukses kurangi 28,5 persen sampah plastik ke laut pada 2021

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar mengatakanpada 2021, Indonesia berhasil mengurangi 28,5 persen sampah plastik ke laut dari target 70 persen pada 2025.

Dalam acara konferensi pers The Antheia Project di Jakarta, Kamis, Novrizal mengatakan pemerintah telah memiliki kebijakan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Di dalamnya tertulis komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah ke laut hingga 70 persen pada 2025.

Baca juga: KLHK: Perubahan perilaku kunci hapus pemakaian plastik sekali pakai

"Basis data yang kita hitung tahun 2021, ada perkembangan, kita sudah berhasil mengurangi 28,5 persen sampah plastik ke laut dibandingkan dengan baseline tahun 2018," ujar Novrizal.

Pada 2018, yang dijadikan dasar untuk target pengurangan, diperkirakan 615.674,63 ton sampah plastik yang berakhir di laut. Rinciannya, 538.182,77 ton sampah berasal dari darat dan 77.491,86 ton sampah dari aktivitas di laut.

Jumlah pengurangan sampah plastik ke laut pada 2021 memperlihatkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan terjadi pengurangan 15,3 persen pada 2020 dan 8,10 persen pada 2019.

Untuk 2022 diproyeksikan akan mencapai pengurangan 38,5 persen.

Baca juga: KLHK sosialisasikan plastik sekali pakai ke penyedia jasa makanan

Baca juga: Indonesia tekankan komitmen kurangi 70 persen sampah laut hingga 2025

"Tahun 2022 masih belum kita hitung, mungkin sekitar Januari 2023 kita hitung data-datanya. Proyeksi kita bisa di angka 38,5 persen," ujarnya.

Dia mengaku optimistis dapat mencapai target 70 persen pengurangan sampah plastik yang berakhir ke laut pada 2025.

Novrizal menjelaskan bahwa Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut yang terdiri atas kementerian dan lembaga pemerintah memiliki beberapa strategi untuk mendorong percepatan pengurangan sampah laut. Salah satunya, melalui pendidikan dan kegiatan agama untuk mendukung perubahan gaya hidup.