Indonesia Sumbang 2 Nama , Ini 5 Kemenangan KO Tercepat di ONE Championship

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Atlet bela diri yang bertarung di ONE Championship pasti mendambakan sebuah kemenangan KO. Petarung Indonesia Eko Roni Saputra misalnya mencetak rekor kilat di ONE Championship.

Eko, yang menghadapi petarung China Liu Peng Shuai dalam ajang ONE: BATTLEGROUND II pada 13 Agustus silam, menang lewat sebuah pukulan kanan keras 10 detik sejak laga berlangsung.

Kemenangan itu merupakan rekor tercepat dalam laga MMA di divisi flyweight ONE. Namun ternyata, jika menghitung laga di seluruh divisi, ada empat laga lain yang berakhir lebih cepat. Yang menarik, dua diantaranya datang dari atlet Tanah Air.

Berikut adalah lima knock out atau KO tercepat di ONE Championship.

Mario Satya Wirawan (6 Detik)

Petarung Indonesia Mario Satya Wirawan merayakan kemenangan usai menang KO dalam 6 detik atas petarung Kamboja pada 2015 silam(Dok: ONE Championship)
Petarung Indonesia Mario Satya Wirawan merayakan kemenangan usai menang KO dalam 6 detik atas petarung Kamboja pada 2015 silam(Dok: ONE Championship)

Mario Satya Wirawan meraih prestasi mendapatkan salah satu KO paling cepat dalam sejarah ONE Championship, 6 detik.

Dalam ajang ONE: KINGDOM OF KHMER yang diadakan pada tahun 2015, petarung asal Bogor tersebut menghadapi atlet tangguh dari Kamboja, Chan Heng.

Mario jelas menjadi underdog karena yang ia hadapi adalah atlet tuan rumah. Namun, menggunakan momentum lawannya yang asik menyerang, Mario berhasil mendaratkan cross ke dagu lawannya dan mengakhiri pertandingan seketika.

Timofey Nastyukhin (6 Detik)

Timofey Nastyukhin (kanan) mendaratkan pukulan keras pada Rob Lisita untuk mencetak rekor kemenangan tercepat selama 6 detik di ONE Championship
Timofey Nastyukhin (kanan) mendaratkan pukulan keras pada Rob Lisita untuk mencetak rekor kemenangan tercepat selama 6 detik di ONE Championship

Sebelum mengalahkan mengalahkan atlet MMA legandaris Eddie Alvarez, Timofey Nastyukhin lebih dulu mengukir sejarah dengan kekuatan tinjunya di ONE. Di ajang ONE: KINGDOM OF CHAMPIONS.

Petarung asal Rusia itu mengalahkan atlet Australia, Rob Lisita, lewat KO pada ronde pertama. Ia tidak membuang waktu dan langsung bertukar pukulan, dan lewat sebuah hook keras, ia mampu mengakhiri perlawanan dari Lisita dalam 6 detik.

Nuerdebieke Bahetihan (8 Detik)

Nuerdebieke Bahetihan (kanan) mendaratkan pukulan kanan keras pada Bruno Pucci pada Septermber 2016.
Nuerdebieke Bahetihan (kanan) mendaratkan pukulan kanan keras pada Bruno Pucci pada Septermber 2016.

Bruno Pucci adalah seorang grappler kelas dunia, tetapi ia tak berdaya dihadapan Nuerdebieke Bahetihan. Dalam ajang yang bertajuk ONE: UNBREAKABLE WARRIORS pada September 2016, atlet China itu mengalahkan Pucci hanya dalam 8 detik.

Sebelum Pucci menggunakan kuncian andalannya, Bahetihan lebih dulu melayangkan hook tajam yang membuat lawannya tersungkur.

Li Kai Wen (10 Detik)

Petarung ONE Championship dari China, Li Kai Wen (kiri), mendaratkan tendangan dalam laga melawan Rodian Menchavesa pada Juni 2018.
Petarung ONE Championship dari China, Li Kai Wen (kiri), mendaratkan tendangan dalam laga melawan Rodian Menchavesa pada Juni 2018.

Atlet divisi Featherweight, “The Underdog” Li Kai Wen, memang dikenal memiliki tangan yang berat. Ia mampu mengakhiri pertandingan seketika.

Faktanya, dalam ajang ONE: PINNACLE OF POWER pada Juni 2018 lalu, ia menunjukkan kekuatannya dengan menghancurkan Rodian “The Redeemer” Menchavesa hanya dalam waktu 10 detik.

Tinju overhand khas miliknya itu menjadi kemenangan KO keempat tercepat dalam MMA di ONE Championship.

Eko Roni Saputra (10 Detik)

Eko Roni Saputra (kanan) mengalahkan Liu Peng Shuai dalam ajang ONE: BATTLEGROUND II pada Jumat, 13 Agustus.
Eko Roni Saputra (kanan) mengalahkan Liu Peng Shuai dalam ajang ONE: BATTLEGROUND II pada Jumat, 13 Agustus.

Meskipun dikenal dengan kemampuan gulat tingkat tinggi, “Dynamite” Eko Roni Saputra menunjukkan jika ia pun memiliki pukulan berbahaya.

Dalam ajang ONE: BATTLEGROUND II pada 13 Agustus lalu, ia membabat habis atlet China, Li Peng Shuai, lewat kombinasi tinju ciamik.

Sebuah pukulan kanan telak mendarat di dagu rivalnya tepat 10 detik sejak laga berjalan. Kemenangan itu pun menjadi salah satu yang tercepat di ONE Championship sejauh ini sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai petarung berkemampuan lengkap.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel