Indonesia Tak Lagi Andalkan SDA Jadi Penggerak Perekonomian Nasional

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengembangan 7 sektor prioritas Indonesia diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pemulihan ekonomi nasional pasca menyebarnya virus corona.

Tak hanya sekedar mendorong perekonomian nasional, 7 sektor industri yang tengah dikembangkan akan menjadi target pemerintah sebagai basis pertumbuhan ekonomi baru.

"Dengan mengembangkan 7 sektor ini akan membantu pemulihan ekonomi nasional. Tadinya basis perekonomian kita mengandalkan sumber daya alam dan sekarang menuju ke sektor industri pengolahan," kata Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman dalam FMB 9: Industri 4.0 Menuju Pemulihan Ekonomi, Jakarta, Senin (5/4/2021).

Ketujuh sektor yang sektor yang dimaksud antara lain sektor industri makanan dan minuman, sektor industri textile dan busana, sektor industri otomotif, sektor industri kimia, sektor industri elektronika, sektor industri farmasi dan sektor industri alat kesehatan. Dua sektor terakhir merupakan sektor industri baru yang akan dikembangkan di Indonesia sejak terjadinya pandemi Covid-19.

"Ditambah 2 sektor lagi dengan meningkatnya kebutuhan di sektor farmasi dan alat kesehatan," kata dia.

Rizal mengatakan, Pemerintah menginginkan adanya peningkatan ekonomi dan pengembangan di sektor jasa. Dalam prosesnya maka akan ada peningkatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia yang sudah menjadi keharusan.

Penelitian dan Pengembangan

Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Termasuk juga dengan meningkatkan penelitian dan pengembangan yang menjadi kunci keberhasilan. Hal ini menjadi penting karena penelitian dan pengembangan akan menjadi kunci keberhasilan persaingan sektor industri.

" Ini jadi kunci keberhasilan riset dan development," kata dia.

Rizal menambahkan, Pemerintah pun sudah mengarah pada hal yang sama. Memberikan dukungan pada penelitian dan pengembangan produk agar di 7 sektor tersebut.

"Indonesia sudah mengarah ke sana dengan inisiatif produk anak bangsa yang punya kontribusi ke depan," kata dia mengakhiri.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: