Indonesia Tak Persoalkan Jika KTT G20 Tak Hasilkan Komunike Bersama

Merdeka.com - Merdeka.com - Indonesia tidak mempersoalkan adanya kekhawatiran konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 tidak akan menghasilkan komunike bersama para kepala negara yang hadir dalam agenda tahunan ini.

Komunike biasanya dikeluarkan sesudah selesai pertemuan diplomatik.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan G20 tahun ini berlangsung dalam situasi dunia yang begitu kompleks dan menurutnya ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Belum pernah saya kira G20 berlangsung dalam situasi dunia sekompleks ini. Kalau pada akhirnya nanti tidak melahirkan komunike, leaders communique, ya sudah, enggak apa-apa," jelasnya dalam konferensi pers di Bali International Convention Center, Sabtu (12/11).

Luhut mengatakan sebenarnya ada 361 kesepakatan atau kerjasama yang dihasilkan dalam serangkaian agenda G20 ini, mencakup berbagai bidang mulai kesehatan, derkarbonisasi, restorasi bakau, dan lainnya. Dan itu menurutnya lebih dari cukup.

"Jadi saya melihat leaders communique itu sangat penting tapi lebih penting lagi konkret kita lihat hasilnya dari pertemuan negara-negara anggota G20 ini," jelasnya.

"Kita masih berharap dalam beberapa waktu ke depan ada communique yang keluar, tapi kalau tidak ya itulah keadaannya, tapi paling tidak selama pertemuan ini kita bisa membuat suasana itu lebih baik," pungkasnya.

KTT puncak G20 akan berlangsung pada 15-16 November di Bali, yang akan dihadiri 17 kepala negara di antaranya Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korsel Yoon Suk-yeol, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Tiga kepala negara dipastikan tidak hadir yaitu Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador. [pan]