Indonesia Tak Sendiri, China dan Kuwait Korban Ketidakadilan AFC

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVATimnas Futsal Indonesia tidak sendiri mengalami ketidakadilan dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) terkait perubahan sistem kualifikasi menuju Piala Dunia Futsal 2021.

AFC dalam keputusannya menunjuk Jepang, Iran, dan Uzbekistan sebagai tim yang lolos langsung ke Piala Dunia 2021. Alasannya, ketiga tim ini merupakan tiga besar saat Piala Asia 2018.

Untuk dua tim lagi yang akan jadi wakil Asia diambil dari pemenang play-off. Tapi kontestannya juga dipilih langsung oleh AFC.

Thailand, Vietnam, Lebanon, dan Irak yang akan memperebutkan dua tiket sisa ke Piala Dunia 2021. Sontak keputusan ini membuat kecewa negara lain.

Indonesia, Kuwait, dan China kecewa karena mereka harus dikalahkan oleh Irak. Tim yang sebelumnya malah tidak lolos ke Piala Asia 2020.

Karena dari Piala Asia 2020 itulah, lima tim yang akan dikirim ke Piala Dunia 2021 ditentukan. Tapi AFC memutuskan untuk meniadakannya karena pandemi COVID-19.

Indonesia, China, dan Kuwait mengantongi tiket ke Piala Asia 2020. Statusnya untuk bisa lolos juga tidak bisa dianggap remeh.

Indonesia merupakan runner up Piala AFF 2019. Capaian itu lebih baik ketimbang Vietnam yang menjadi peringkat ketiga.

Sedangkan China merupakan pemuncak klasemen Grup A Kualifikasi Piala Asia 2020 Zona Timur. Mereka menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan.

Kuwait juga memuncaki klasemen Grup A Kualifikasi Piala Asia 2020 Zona Barat. Mereka yang membuat Irak menyerah 4-1 di fase tersebut.

Wajar bila kemudian pelatih Kuwait, Ricardo Sobral mengungkapkan rasa tidak puasnya kepada AFC. Dia merasa keputusan ini tidaklah adil.

"Ini adalah kekalahan telak bagi futsal Kuwait. Sekarang yang bisa kami lakukan hanya bermimpi mencapai Piala Dunia Futsal di Lithuania," kata Sobral, dikutip dari Fut5al.ir.

"Bagi Kuwait, AFC tidaklah adil. Kami telah berinvestasi dalam proyek untuk bisa lolos ke Lithuania dalam tiga tahun," imbuhnya.

Segala persiapan telah dilakukan oleh Kuwait untuk bisa menembus Piala Dunia. Tapi kini target tersebut harus hilang begitu saja.

Hal yang sama juga dialami oleh skuad asuhan Kensuke Takahashi. Menurut dia, pemain Indonesia yang sebenarnya menjadi korban dari keputusan AFC ini.