Indonesia terapkan langkah-langkah darurat di Jakarta, beri insentif untuk dokter

Oleh Maikel Jefriando dan Angie Teo

JAKARTA (Reuters) - Jakarta, ibu kota Indonesia, menutup bioskop dan tempat hiburan umum lainnya pada Senin di awal masa darurat dua minggu untuk mencoba memperlambat penyebaran virus corona di kota terbesar di Asia Tenggara itu.

Langkah-langkah baru, yang termasuk mendesak orang untuk bekerja dari rumah, masih kurang dari penguncian lebih keras yang dilakukan oleh negara tetangga di tengah kekhawatiran di antara beberapa ahli bahwa kepulauan berpenduduk 260 juta orang itu tidak bertindak cukup banyak untuk menahan virus.

Juru bicara kepolisian nasional Muhammad Iqbal mengatakan 465.000 polisi di seluruh Indonesia akan membubarkan setiap pertemuan publik "demi keselamatan publik" meskipun sebuah foto yang diunggah di media sosial memperlihatkan kereta komuter yang penuh sesak di Jakarta dengan cepat menjadi viral.

Presiden Joko Widodo pada Senin menyampaikan belasungkawa setelah sebuah asosiasi medis mengatakan enam dokter dan perawat meninggal setelah tertular virus tersebut.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerja keras mereka, atas dedikasi mereka dalam menangani COVID-19," kata Joko Widodo, berbicara pada pembukaan rumah sakit darurat di lokasi "Wisma Atlet" yang dibangun untuk Asian Games 2018 di Jakarta.

Indonesia telah mengonfirmasi 514 kasus virus dan 48 kematian, sebagian besar terkonsentrasi di Jakarta, yang gubernurnya pada Jumat mengakui bahwa staf medis sudah semakin tegang.

Widodo mengatakan dokter dan staf medis lainnya akan menerima insentif mulai dari 5 juta rupiah hingga 15 juta rupiah ($ 300- $ 900) per bulan di daerah yang telah mengumumkan keadaan darurat. Selain dari Jakarta, wilayah Jawa Timur juga telah mengumumkan keadaan darurat.

Presiden sejauh ini menolak seruan untuk melakukan penguncian yang lebih keras ketika kekhawatiran tentang dampaknya terhadap bisnis dan orang miskin, banyak dari mereka adalah pedagang kecil yang memperdagangkan dagangan mereka di jalanan.

Jalan-jalan yang biasanya macet di kota berpenduduk 10 juta itu jauh lebih tenang dari biasanya pada Senin dan relawan mahasiswa di persimpangan di jalan utama mengangkat spanduk yang mendesak orang-orang untuk menghindari keramaian dan tinggal di rumah.

Tapi Rocky Margiano Simanjuntak, 23, mengunggah foto di media sosial dari dalam kereta pagi yang penuh sesak dalam perjalanan untuk bekerja di sebuah bank di kota itu.

"Kebijakan pemerintah tampaknya hanya setengah-setengah, hanya memohon," Simanjuntak mengatakan kepada Reuters melalui pesan di akun Instagram-nya, menambahkan bahwa angkutan umum tidak boleh dibatasi kecuali pihak berwenang memberlakukan aturan untuk membuat orang tinggal di rumah.

Perusahaan kereta komuter itu dalam sebuah pernyataan berjanji untuk kembali ke operasi normal untuk menghindari himpitan seperti itu, tetapi mendesak penumpang untuk tetap di rumah.

($ 1 = 16.550,0000 rupiah)