Indonesia Terima 999.180 Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer dari Italia

·Bacaan 1 menit
Seorang siswa saat disuntik vaksin COVID-19 Pfizer di SDN Panunggangan 5, Pinang, Kota Tangerang, Selasa (19/10/2021). Pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar usia 12 tahun ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Mengawali tahun 2022, Indonesia menerima 999.180 dosis vaksin Covid-19 merek Pfizer. Vaksin ini merupakan donasi dari Pemerintah Italia.

"Vaksin yang tiba adalah 999.180 dosis vaksin Pfizer, sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Italia," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong melalui keterangan tertulis, Sabtu (1/1/2021).

Dia menjelaskan, vaksin Pfizer ini didapatkan melalui skema kerja sama COVAC. Dengan tambahan ini, maka total vaksin yang telah diterima Indonesia sekitar 470 juta dosis, baik dalam bentuk vaksin jadi maupun bahan baku.

Usman mengatakan, kedatangan vaksin Covid-19 yang berkelanjutan tanpa mengenal pergantian tahun, merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan terus bertambahnya vaksin ini, dia berharap masyarakat segera melengkapi vaksinasi.

"Vaksinasi dan protokol kesehatan adalah upaya perlindungan kesehatan yang saat ini tidak boleh ditinggalkan, termasuk guna mengantisipasi varian Omicron yang kasusnya terus bertambah," ujarnya.

Tekan Mobilitas

Data Kementerian Kesehatan, total kasus Omicron di Indonesia sebanyak 136. Usman mengimbau masyarakat menekan mobilitas dan tidak melakukan perjalanan keluar negeri untuk mencegah meluasnya Omicron.

"Di rumah saja dulu. Libur awal tahun bisa tetap bermakna dengan cara menghabiskan waktu bersama keluarga, di lingkungan tempat tinggal yang telah kita yakini penegakan protokol kesehatannya," pungkasnya.

Kementerian Kesehatan melaporkan, data 31 Desember 2021 pukul 19.30 WIB, pemerintah berhasil menyuntikan 280 juta dosis vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

Cakupan 280 juta merupakan gabungan antara dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 dengan total sasaran 208,2 juta jiwa. Secara rinci dosis 1 mencapai 165,2 juta, dosis 2 sebanyak 113,8 juta, dan dosis 3 mencapai 1,3 juta.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel