Indonesia Terima Bantuan Alkes dari Persatuan Emirat Arab dan Singapura

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia pada Jumat 16 Juni 2021 dini hari, menerima dukungan vaksin, oksigen dan alat kesehatan dari Persatuan Emirat Arab (PEA).

Selain itu, pada Rabu (14/7) telah tiba pula dukungan oxygen concentrator dari Singapura, demikian dikutip dari laman Kemlu.go.id, Jumat (16/7/2021).

Dukungan gelombang pertama dari PEA, meliputi:

- 250.000 dosis vaksin Sinopharm

- 450 unit tabung oksigen 40 liter

- 150 unit konsentrator oksigen portable dan

- 20 ton peralatan pengaman medis (APD, masker, sarung tangan, dan lain-lain)

​Sementara dukungan dari Pemerintah Singapura, meliputi:

- 250 tabung oksigen isi kapasitas 50 liter

- 2 buah ISO Tank

- 570 Oxygen Concentrator

- 600 nasal cannula, dan

- 600 bubble humidifier

Sebelumnya, Singapura juga mengirim dukungan berupa 200 ventilator, 256 tabung oksigen kapasitas 50 liter​ dan alat kesehatan lainnya dan telah tiba di Indonesia 9 Juli 2021.

Indonesia menyampaikan penghargaan atas dukungan yang disampaikan PEA dan Singapura tersebut.​

China Komitmen Kerja Sama Suplai Vaksin COVID-19 dengan Indonesia

Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Vaksinasi massal ini untuk 1.000 orang yang terdiri dari para supir bus, kernet, pedagang usaha kecil dan mikro di Terminal Kampung Rambutan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Vaksinasi massal ini untuk 1.000 orang yang terdiri dari para supir bus, kernet, pedagang usaha kecil dan mikro di Terminal Kampung Rambutan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, China dan Indonesia setelah pandemi COVID-19 terjadi, kedua negara saling membantu melawan pandemi, hubungan bilateral justru berkembang dan mendapat capaian penting yang baru.

"Pada April tahun ini, Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo kali ke-4 menelepon, memberikan pedoman politik yang kuat untuk kerjasama penanganan pandemi dan perkembangan kedua negara. Pada bulan Juni, pertemuan pertama mekanisme kerjasama dan dialog tingkat tinggi Tiongkok-Indonesia diselenggarakan dengan sukses, kedua pihak sepakat untuk membangun komunitas senasib sepanggungan Tiongkok-Indonesia," ujar Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian dalam konferensi pers virtual Kamis (15/7/2021).

Menurut penuturan Dubes Xiao Qian, kedua pihak sepakat untuk menaikkan tingkatan kerja sama bilateral yang semula terdiri atas tiga pilar utama—politik, ekonomi, dan sosial-budaya—menjadi empat pilar: politik, ekonomi, sosial-budaya, dan kelautan. Ini menciptakan peluang baru bagi pengembangan hubungan bilateral.

Kerja sama lainnya yakni di bidang penyediaan vaksin COVID-19.

"Kerjasama vaksin China-Indonesia selalu berjalan lebih cepat dibandingkan negara lain di kawasan. Kedua negara secara aktif mendorong uji klinis, pembelian komersial, kerjasama produksi dan transfer teknologi vaksin, bersama melawan nasionalisme vaksin dan 'celah vaksin'," tutur Dubes Xiao Qian.

Meskipun saat ini, menurutnya, suplai vaksin di Tiongkok sendiri sudah cukup ketat, Tiongkok masih memecah kesulitan yang dihadapi dan mengwujudkan komitmennya memastikan suplai vaksin ke Indonesia.

"SinoVac dan SinoPharm Tiongkok telah mengekspor 16 batch dengan jumlah 6,4 juta vaksin siap dipakai serta 115,5 juta vaksin setengah jadi ke Indonesia, demi membantu vaksinasi nasional Indonesia. Cansino sedang mendiskusikan pembelian vaksin dengan mitranya di Indonesia. Anhui Zhifei Longcom juga telah memulai uji klinis fase tiga yang baru di Indonesia, sampai saat ini sudah ada 4.000 lebih sukarelawan berpartisipasi," paparnya.

Sebelumnya, Dubes Xiao Qian juga mengatakan bahwa mulai bulan ini vaksin COVID-19 produksi China dapat menyuplai vaksin kepada COVAX untuk digunakan dalam penanganan pandemi di negara-negara berkembang.

"Didukung oleh pemerintah Tiongkok, perusahan vaksin Tiongkok telah mulai kerjasama produksi di berbagai negara, seperti di Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Brasil dll," jelasnya.

ia juga mengatakan, produksi vaksin tersebut melampaui 200 juta dosis.

Saat ini pandemi di seluruh dunia pasang-surut, dan situasinya masih serius. Presiden Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi Kesehatan Global (Global Health Summit) mengumumkan bahwa Tiongkok akan memberikan bantuan internasional senilai 3 miliar USD lagi dalam 3 tahun ke depan, agar mendukung negara-negara berkembang untuk melawan pandemi dan memulihkan ekonomi dan masyarakat.

"Tiongkok berkenan untuk memperkuat kerjasama dengan negara-negara yang lain, agar berkontribusi positif dalam kemenangan yang tuntas melawan pandemi COVID-19!" kata Dubes China untuk Indonesia itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel