Indonesia Tuan Rumah G20 2022, Kemenkes Siapkan Pilot Project

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Indonesia akan menjadi tuan rumah G20 2022. Serangkaian persiapan menyambut tamu kenegaraan mulai dilakukan. Persiapan ini juga menyasar pada acara-acara internasional lain, yang akan berlangsung pada 2022, khususnya di Bali.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan akan mati-matian menjaga dan mempertahankan agar kasus COVID-19 tidak melonjak. Pilot project (kegiatan percontohan/pengujian) tengah disiapkan.

"Kami juga mati-matian akan mempertahankan tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19, karena akan banyak event international besar tahun depan di Bali. Seperti acara meeting lingkungan, kemudian G20," terang Budi Gunadi saat konferensi pers pada Senin, 1 November 2021.

"Dan masih banyak acara lainnya, sehingga rencananya kita akan melakukan Pilot Project pertemuan internasional di tahun ini."

Pilot Project pertama, sebut Budi Gunadi terkait pertemuan masalah kesehatan. Pilot Project ini bertujuan melihat hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki dan dievaluasi sebagai persiapan menyambut acara internasional pada 2022.

"Nanti juga akan ada event bulu tangkis internasional, lalu meeting (pertemuan) pertama G20 dimulai. Nah, kita akan melihat di Pilot Project, hal-hal apa saja yang baik, apa saja yang perlu diperbaiki," jelasnya.

"Agar pada saat pertemuan internasional kelak yang memang terjadi tahun depan sudah jauh lebih siap, jauh lebih terujilah protokol kesehatan kita."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Jadi Penting

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat pelaksanaan vaksinasi di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Selasa (7/9/2021). Dari 32,1 persen jumlah sasaran 208 juta jiwa warga yang divaksin, sekitar 20 persen di antara warga lansia. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat pelaksanaan vaksinasi di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Selasa (7/9/2021). Dari 32,1 persen jumlah sasaran 208 juta jiwa warga yang divaksin, sekitar 20 persen di antara warga lansia. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Budi Gunadi Sadikin menambahkan, vaksinasi dan protokol kesehatan menjadi penting. Upaya ini mencegah tidak terjadinya lonjakan kasus.

"Karena memang mumpung Indonesia sedang turun (kasus COVID-19), sekarang kita ingin memastikan bahwa implementasi protokol kesehatan bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya, agar tidak terjadi lonjakan lagi," tambahnya.

"Terutama nanti menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru)."

Data Kementerian Kesehatan mencatat, vaksinasi nasional sudah 194 juta. Setiap minggu, bertambah 50 juta suntikan. Capaian vaksinasi dosis pertama sudah 119 juta orang atau 57 persen yang sudah lengkap dosis pertama dan dosis kedua ada 73,8 juta orang atau 35 persen.

"Dengan laju seperti ini diharapkan bahwa di akhir tahun, kita bisa sampai 290- 300 juta suntikan, yang mana dosis pertamanya perhitungan kami bisa 168 juta orang atau 80,9 persen dan dosis 2 adalah 223 juta orang atau 59 persen," imbuh Menkes Budi.

Infografis Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Kamu Sudah Siap?

Infografis Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Kamu Sudah Siap? (Liputan6.com/Niman)
Infografis Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Kamu Sudah Siap? (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel