#IndonesiaTerserah: Warga Indonesia luapkan kekecawaan penanganan virus pemerintah di dunia maya

JAKARTA (Reuters) - Banjir kritik atas tanggapan pemerintah Indonesia terhadap pandemi virus corona dan perilaku banyak orang Indonesia telah muncul di media sosial di bawah tagar #IndonesiaTerserah.

Posting tersebut mengikuti komentar daring oleh seorang dokter dan influencer media sosial, Tirta Mandira Hudhi, yang marah dengan pelonggaran larangan penerbangan yang menyebabkan penumpang membanjiri bandara Jakarta akhir pekan lalu dan mengabaikan pedoman tentang jarak sosial.

Di akun Instagram-nya, dokter itu mengunggah foto dirinya dengan peralatan perlindungan pribadi lengkap, memegang tanda dengan kata-kata "Indonesia? Terserahlah. Lakukan apa yang Anda suka!"

Pada Senin, post tersebut telah menarik lebih dari 400.000 suka dan tagar #IndonesiaTerserah menjadi salah satu tren teratas di Instagram dan Twitter.

Indonesia melaporkan angka kematian COVID-19 tertinggi di Asia Timur di luar China, tetapi lebih lambat dari negara tetangga untuk memberlakukan pembatasan untuk mengendalikan virus dan sudah membahas kapan harus melonggarkan pembatasan.

Achmad Yurianto, seorang pejabat kementerian kesehatan, membela penanganan epidemi oleh pemerintah, dan mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada pelonggaran kebijakan jarak sosial meskipun ada revisi pembatasan perjalanan.

Tetapi dokter itu mengatakan postingannya di media sosial dipicu oleh peristiwa-peristiwa seperti yang terjadi di bandara yang merusak upaya pekerja medis garis depan.

"Mengapa kita orang Indonesia begitu ceroboh dan tidak peduli. Setidaknya memakai masker dan menjaga jarak sosial. Hormati para sukarelawan yang bekerja keras untuk menyelamatkan hidup Anda," komentar seorang pengguna Twitter, @ bitts1969.

Seorang musisi, Willy Winarko, menulis lagu rap #IndonesiaTerserah, dan @Peacetoall20 menulis bahwa pemerintah telah menyerah untuk membujuk orang agar tetap di rumah, menambahkan: "Sekarang peristiwa seleksi alam dimulai."

Dalam komentar daring lainnya, Dokter Anggi menulis: "Tenaga kesehatan berjuang untuk memutus rantai COVID-19, sementara di lain pihak orang melanggar aturan ... Seperti cinta tak berbalas #IndonesiaTerserah".

Virus corona telah menewaskan 1.191 orang di negara dengan hampir 270 juta penduduk itu. Sejak Maret, 52 dokter, perawat, dan dokter gigi di Indonesia telah meninggal karena COVID-19.

Indonesia terus melaporkan ratusan kasus baru virus corona setiap hari. Totalnya sekarang melampaui 18.000, dengan para ahli kesehatan skeptis epidemi itu terkendali.