Indosat GIG Tutup Layanan, Pelanggan Sedih dan Bingung

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai dampak dari putusan Mahkamah Agung terkait denda kasus korupsi IM2 senilai Rp 1,3 triliun, layanan Indosat GIG akan tutup layanan paling lambat 25 November 2021.

Para pelanggan Indosat GIG mendapat kabar mengejutkan ini dari surat yang dikirimkan oleh IndosatM2 (IM2), anak usaha dari Indosat Ooredoo.

Pantauan Tekno Liputan6.com di Twitter, Sabtu (20/11/2021), banyak pelanggan yang merasa bingung dan sedih atas putusan ini.

"Masih sedih Indosat Gig bankrut gegara kasus korupsi. Sebagai provider, Gig oke banget. Internet stabil, murah, kalau ada maintenance/gangguan pun mereka aktif ngasih info, gercep pula tim kerjanya dari sales sampai teknisi. Bye Gig, terima kasih selama ini ya," tulis seorang pengguna Indosat GIG di Twitter.

"Indosat GIG tiba-tiba ngirim email ngasih tau bakal tutup minggu depan, buset, dadakan sekali ya, sampe blom kepikiran mau ganti provider apa," cuit pengguna lainnya.

"Indosat Gig tutup, terus gue pake apa dong di apartemen," tulis pelanggan Indosat GIG yang merasa bingung.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Indosat GIG Tutup Layanan 25 November 2021

IM2 mengumumkan akan menghentikan layanan internet Indosat GIG dalam beberapa hari ke depan.

"Dengan sangat menyesal, kami sampaikan bahwa perusahaan (Indosat GIG) tidak dapat lagi menjalankan aktivitas bisnisnya secara menyeluruh paling lambat sampai dengan tanggal 25 November," kata perusahaan dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu (20/11/2021).

Perusahaan juga mengatakan, merujuk pada Putusan Mahkamah Agung No. 787/K/PID.SUS/2014 10 Juli 2014, mereka harus membayar Uang Pidana Pengganti senilai Rp 1,3 Triliun dan saat ini sedang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada pelanggan Indosat GIG yang selama ini telah setia dalam menggunakan layanan internet kami," tutur perusahana lebih lanjut.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Indosat Tbk, Billy Nikolas Simanjuntak menyebutkan, IM2 telah teken berita serah terima aset di hadapan Kejagung pada 5 Agustus 2021 dan 16 November 2021.

Eksekusi Kejagung

Kejagung pun telah memulai proses eksekusi dengan memasang tanda sita pada aset substantif IM2 berupa tanah, bangunan, dan mobil IM2 terkait pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung 2014.

"Mengingat kondisi keuangan IM2, IM2 akan ditempatkan pada posisi yang kemungkinan harus diambil alih. Dalam hal demikian, likuidasi akan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tata kelola IM2 dan Perseroan,” tulis Billy.

Billy menyatakan, eksekusi tersebut tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, kelangsungan usaha perseroan hingga dikeluarkannya pemberitahuan tersebut.

“Dapat kami yakinkan bahwa perseroan akan mengungkapkan perkembangan material lebih lanjut pada waktu yang tepat,” ujar dia.

Kasus Frekuensi 2,1 GHz

Sebelumnya eksekusi Kejagung ini terkait kasus korupsi penggunaan jaringan frekuensi radio 2,1 gigahertz atau 3G oleh IM2, anak usaha Indosat.

Dalam kasus tersebut, PT Indosat dan IM2 dihukum dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,3 triliun. Hal ini berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 787/PID.SUS/2014 pada 10 Juli 2014.

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel