Indosat Oooredoo Hutchison Prediksi Potensi Pendapatan Setara Rp 42 Triliun Usai Merger

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited telah menyepakati transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia yaitu PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I).

Dengan penggabungan usaha atau merger tersebut akan hadirkan perusahaan gabungan diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Merger itu akan menyatukan dua bisnis yang dinilai saling melengkapi untuk menciptakan sebuah perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan kuat secara komersial, dan memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, pelanggan dan masyarakat Indonesia.

Perusahaan ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga USD 3 miliar atau sekitar Rp 42,69 triliun (asumsi kurs rupiah 14.231 per dolar AS).

Selain itu, dengan merger tersebut, Indosat Ooredoo dan H3I memiliki infrastruktur yang saling melengkapi. Penggabungan kedua aset akan membuat perusahaan gabungan mendapatkan keuntungan dari sinergi biaya dan belanja modal. Perusahaan memprediksi rasio proses (run rate) tahunan sinergi sebelum pajak akan mencapai USD 300-USD 400 juta atau sekitar Rp 4,26 triliun-Rp 5,69 triliun.

Sebelumnya, PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) meraup pendapatan sebesar Rp 14,98 triliun pada semester I 2021. Pendapatan itu naik 11,4 persen dibandingkan pendapatan pada periode yang sama di 2020 sebesar Rp 13,45 triliun.

Merujuk laporan keuangan Indosat, Kamism 29 Juli 2021, pendapatan tersebut paling banyak berasal dari segmen selular sebesar Rp 12,4 triliun. Kemudian multimedia, komunikasi data, internet (MIDI) sebesar Rp 2,3 triliun, serta dari telekomunikasi tetap sebesar Rp 283 miliar.

Ketiga segmen tersebut juga mengalami kenaikan dari pendapatan pada semester I-2020 masing-masing sebesar Rp 11,14 triliun, Rp 2,04 triliun, dan Rp 274,3 miliar.

Dalam keterangan tertulis perseroan, dikutip Jumat, (17/9/2021), perusahaan gabungan akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.

Penggabungan aset dan produk dari Indosat Ooredoo dan H3I yang saling melengkapi akan mendorong inovasi dan pengembangan jaringan yang akan memungkinkan perusahaan memberikan layanan digital terbaik dan memperluas tawaran produknya bagi pelanggan di berbagai pelosok Indonesia.

Indosat Ooredoo Hutchison akan dapat memanfaatkan pengalaman dan keahlian Ooredoo Group dan CK Hutchison dalam hal jaringan, teknologi, produk, serta layanan.

Perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan atas operasi multinasional Ooredoo Group dan CK Hutchison yang tersebar di pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Pasifik.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham ISAT

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat, 17 September 2021, saham ISAT turun 4,65 persen ke posisi Rp 6.800 per saham. Saham ISAT dibuka naik 425 poin ke posisi Rp 7.550 per saham.

Saham ISAT berada di posisi tertinggi Rp 7.675 dan terendah Rp 6.775. Total frekuensi perdagangan 6.352 kali dengan volume perdagangan 1.091.185. Nilai transaksi Rp 78,1 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel