Indosat Ooredoo capai kinerja positif sembilan bulan pertama 2021

·Bacaan 2 menit

Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo mampu mencapai kinerja positif dalam sembilan bulan pertama 2021 dengan capaian total pendapatan Rp23 triliun atau naik 12 persen year on year/yoy.

"Strategi transformasi kami memperlihatkan bahwa perusahaan mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memberikan kinerja keuangan yang sangat baik. Dalam sembilan bulan tahun ini, pertumbuhan pendapatan kami terus berlanjut mengungguli industri," kata Director & Chief Financial Officer Indosat Ooredo Eyas Naif Assaf dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis.

Dikatakan pendapatan seluler naik 10,3 persen yoy menjadi Rp18,8 triliun. EBITDA meningkat 22,7 persen yoy mencapai Rp10,4 triliun dalam sembilan bulan tahun ini karena kombinasi pertumbuhan top-line dan fokus berkelanjutan pada efisiensi biaya operasional. Ini membantu memberikan pertumbuhan margin EBITDA sebesar 4,0 bps yoy, menjadi 45,1 persen.

"Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,8 triliun," katanya.

Indosat Ooredoo juga mencatatkan 62,3 juta pelanggan yang puas dan terlibat dalam sembilan bulan tahun 2021, meningkat 3,2 persen yoy, sementara pelanggan data 4G tumbuh menjadi 43 juta, meningkat 27 persen yoy. Pendapatan Rata-rata per Pengguna (ARPU) meningkat sebesar 7,9 persen yoy menjadi Rp34,2 ribu, terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam lalu lintas data, yang naik 39,2 persen yoy.

Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha, mengatakan selama kuartal ketiga 2021, perusahaan mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial di Jakarta dan Surabaya, menyusul peluncuran pertama 5G di Solo pada Juni 2021. Layanan 5G adalah langkah selanjutnya dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia kepada masyarakat di Indonesia, dan peluncuran layanan 5G perusahaan menempatkannya di garis depan revolusi 5G Indonesia.

Selama triwulan tersebut perusahaan juga melanjutkan perluasan jangkauan jaringan 4G di seluruh tanah air, menghadirkan layanan 4G/LTE ke 124 desa terpencil di Aceh, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Penggelaran jaringan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi cakupan 4G di seluruh Indonesia dan menggelar layanan 4G/LTE di 645 desa terpencil pada tahun 2022.

"Dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, jumlah total BTS perusahaan mencapai hampir 126 ribu yang 70 ribu di antaranya adalah BTS 4G," katanya.

Baca juga: Penggunaan 5G diprediksi berdampak besar pada sektor industri

Baca juga: Konsolidasi operator percepat inovasi dan transformasi digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel