Indosat Ooredoo Catat Laba Bersih Rp 5,8 Triliun di Kuartal 3 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indosat Ooredoo mengumumkan laporan terkait keuangan, pendapatan, hingga pertumbuhan pelanggan untuk sembilan bulan pertama tahun 2021, atau hingga 30 September 2021.

Dalam siaran persnya, ditulis Jumat (29/10/2021), Indosat Ooredoo menyebut dalam sembilan bulan pertama tahun ini, mereka memiliki serangkaian hasil keuangan yang kuat.

"Dalam sembilan bulan tahun ini, pertumbuhan pendapatan kami terus berlanjut mengungguli industri," kata President Director dan CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama.

Menurut Al-Neama, eksekusi strategi transformasi mereka memperlihatkan bahwa Indosat Ooredoo mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memberikan kinerja keuangan yang sangat baik.

Selain itu, Al-Neama mengatakan, mereka berhasil menunjukkan kinerja EBITDA yang kuat, tumbuh hampir dua kali lebih cepat dari pendapatan.

"Kepercayaan pelanggan yang meningkat telah membuat basis pelanggan kami tumbuh selama sembilan bulan terakhir," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pertumbuhan di 2021

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama. Dok: Indosat Ooredoo
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama. Dok: Indosat Ooredoo

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021, total pendapatan Indosat Ooredoo meningkat 12,0 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 23 triliun.

Mereka juga mencatat laba bersih Rp 5,8 triliun dan pendapatan seluler juga naik 10,3 persen YoY menjadi Rp 18,8 triliun.

Sementara, EBITDA meningkat 22,7 persen YoY mencapai Rp 10,4 triliun dalam sembilan bulan tahun ini, karena kombinasi top-line dan fokus berkelanjutan pada efisiensi biaya operasional.

Ini membantu memberikan pertumbuhan margin EBITDA sebesar 4,0 bps YoY, menjadi 45,1 persen. Indosat Ooredoo juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 5,8 triliun.

Indosat Ooredoo juga mengumumkan pada 62,3 juta pelanggan yang puas dan terlibat dalam sembilan bulan di tahun 2021. Angka ini meningkat 3,2 persen YoY.

Mereka juga mencatat pelanggan data 4G juga tumbuh 43 juta, meningkat 27 persen YoY.

Pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU), meningkat 7,9 persen YoY menjadi Rp 34,2 ribu, terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam lalu lintas data, yang naik 39,2 persen YoY.

5G dan Perluasan 4G

Ilustrasi: BTS Indosat Ooredoo (Foto: Indosat Ooredoo)
Ilustrasi: BTS Indosat Ooredoo (Foto: Indosat Ooredoo)

Indosat juga mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial di Jakarta dan Surabaya pada kuartal ketiga 2021, menyusul peluncuran perdana 5G di Solo pada Juni 2021.

Selama triwulan tersebut, Indosat Ooredoo juga memperluas jaringan 4G di seluruh tanah air, menghadirkan 4G/LTE ke 124 desa terpencil di Aceh, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Penggelaran jaringan ini sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi cakupan 4G di seluruh Indonesia, serta menggelar layanan 4G/LTE di 645 desa terpencil pada 2022.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Indosat Ooredoo mengumumkan telah memiliki total BTS yang mencapai hampir 126 ribu, dengan 70 ribu di antaranya adalah BTS 4G.

"Selama kuartal ketiga kami terus memperluas dan memperkuat jaringan kami untuk menghubungkan lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia dan bahkan di daerah terpencil," kata Ahmad Al-Neama.

Ia menutup, Indosat Ooredoo berkomitmen penuh untuk mendukung agenda pemerintah, dalam menjadikan Indonesia sebagai digital powerhouse di kawasan.

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel