Indosat Ooredoo Teken MoU dengan Tri Indonesia untuk Merger

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ooredoo telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) secara eksklusif dengan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison), untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, antara PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia).

Menurut siaran pers yang Tekno Liputan6.com terima, Senin (28/12/2020), periode eksklusivitas untuk MoU ini berlaku hingga 30 April 2021.

Saat ini, Ooredoo sedang dalam tahap awal menilai manfaat dari potensi transaksi tersebut.

"Sebagai bagian dari strategi perusahaan kami, kami secara teratur meninjau prioritas strategis dan posisi pasar kami di semua operasi kami, dan kontribusinya terhadap Ooredoo Group," ujar Ooredoo.

Ooredoo menekankan bahwa tidak ada kesepakatan yang mengikat secara hukum sehubungan dengan kemungkinan kesepakatan yang telah dibuat pada tanggal pengumuman ini.

Perusahaan menambahkan akan membuat pengumuman lebih lanjut terkait kesepakatannya dengan Tri Indonesia jika diperlukan.

Menkominfo Dukung Merger Tri Indonesia dan Indosat Ooredoo

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate saat mengumumkan mengenai aplikasi TraceTogether untuk tracing dan tracking Covid-19 (Foto: Kemkominfo)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate saat mengumumkan mengenai aplikasi TraceTogether untuk tracing dan tracking Covid-19 (Foto: Kemkominfo)

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mendukung dan menyambut baik kabar terkait dua operator seluler Tanah Air yang akan melakukan konsolidasi.

Kedua operator Indonesia yang dikabarkan akan merger adalah Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) dan Indosat Ooredoo.

Menurut Johnny, konsolidasi operator, dalam hal ini Tri Indonesia dan Indosat Ooredoo merupakan hal yang baik untuk efisiensi dan meningkatkan nilai tambah industri seluler di Tanah Air.

"Untuk efisiensi dan peningkatan nilai tambah pada industri seluler, maka tentu kami menyambut baik langkah konsolidasi yang dilakukan operator seluler secara business to business," kata Johnny G.Plate, saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Kamis (24/12/2020) sore.

Apalagi menurut Johnny G.Plate , sesuai UU Cipta Kerja sektor Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran, pemerintah memang membuka ruang kerja sama yang lebih baik bagi industri telko dan penyiaran untuk membuat industri lebih efisien dan pada akhirnya menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

Bikin Investasi 5G di Indonesia Kian Efisien

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. (Ist)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. (Ist)

Bukan hanya itu, menurut Johnny, di masa persiapan 5G deployment di Indonesia, konsolidasi antar perusahaan telekomunikasi sangat diperlukan guna mendukung persiapan investasi 5G.

Sekadar informasi, sebelumnya media asing Bloomberg melaporkan bahwa CK Hutchison Holdings Ltd. Hong Kong (pemilik bisnis Tri Indonesia) dikabarkan tengah mendekati kesepakatan dengan QPSC Ooredoo Qatar (penguasa saham Indosat Ooredoo) untuk menggabungkan operasi telekomunikasi mereka di Asia Tenggara.

Sumber dalam diskusi tertutup ini menyebut, Hutchison tengah dalam pembicaraan lanjutan untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi Tri Indonesia dengan Indosat Ooredoo.

Ooredoo dikatakan memiliki 65 persen saham Indosat yang terdaftar di Jakarta.

"Kedua perusahaan ditetapkan untuk menjadi pemegang saham signifikan dalam entitas gabungan," kata sumber yang tak mau disebutkan identitasnya tersebut.

Pengumuman terkait merger Tri Indonesia - Indosat Ooredoo bisa datang secepatnya. Sementara soal struktur dari setiap kesepakatan potensial di Indonesia belum rampung, bisa ditunda atau bahkan batal.

Saham Indosat dan Bisnis Jaringan di Indonesia

BTS (towershare.com)
BTS (towershare.com)

Saham Indosat meroket sekitar 90 persen pada tahun ini, memberikan valuasi pasar perusahaan sekitar US$ 2,2 miliar.

Bisnis nirkabel Indonesia menyumbang sekitar 23 persen dari total pendapatan Ooredoo sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi pada 2019--menjadikannya yang terbesar kedua untuk grup itu setelah pasar dalam negeri. Demikian menurut laporan tahunan terbaru.

Indosat Ooredoo tercatat memiliki 60,4 juta pelanggan pada akhir September 2020. Sementara Hutchison Asia Telecommunications, yang menguasai bisnis telekomunikasi CK Hutch di Indonesia, Vietnam, dan Sri Lanka, memiliki sekitar 48,8 juta pelanggan aktif di tiga negara.

Bisnis di Indonesia menyumbang US$ 510 juta, atau 87 persen dari total pendapatan Hutchison Asia dalam enam bulan pertama pada 2020. Ini adalah satu-satunya pasar Hutch Asia yang membukukan Ebitda positif.

(Isk/Why)