Indosat-Tri Merger Jadi Perusahaan Telekomunikasi Terbesar Kedua di Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia atau Tri Indonesia akhirnya resmi membentuk perusahaan gabungan yang diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchinson Tbk (Indosat Ooredoo Hutchinson).

Merger yang dilakukan Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia membuat perusahaan gabungannya menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (17/9/2021), perkiraan pendapatan tahunan Indosat Ooredoo Hutchinson mencapai USD 3 miliar.

Nantinya, perusahaan telekomunikasi gabungan ini akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bergabung dengan lebih efektif. Penggabungan aset dan produk Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia akan saling melengkapi dan mendorong inovasi.

Di samping itu, Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia memiliki infrastruktur yang saling melengkapi. Adapun penggabungan kedua asetnya akan membuat perusahaan gabungan mendapatkan keuntungan dari sinergi biaya dan belanja modal (CAPEX).

Hal ini akan memberikan hasil yang lebik untuk seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan memperkirakan run rate tahunan sinergi sebelum pajak akan mencapai USD 300 hingga 400 juta dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Kedua perusahaan ini juga berkomitmen memprioritaskan kesejahteraan karyawan selama proses penggabungan berlangsung, tunduk pada hukum yang berlaku, dan sesuai dengan kesempatan pertumbuhan bisnis di masa depan.

Perusahaan gabungan Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia ini diharapkan akan menciptakan kesempatan bertumbuh yang lebih baik para karyawan sebagai bagian dari perusahaan teknologi yang besar, lebih kuat secara keuangan, lebih kompetitif, dan lebih inovatif.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ini Calon Bos Indosat Ooredoo Hutchison

Director and COO Indosat Ooredoo Vikram Sinha (kedua kanan), Director and CFO Eyas Assaf, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri), dan Dirjen Sumberdaya dan PPI Kominfo Ismail foto bersama saat peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo di Jakarta Kamis (26/8/2021). (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Director and COO Indosat Ooredoo Vikram Sinha (kedua kanan), Director and CFO Eyas Assaf, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri), dan Dirjen Sumberdaya dan PPI Kominfo Ismail foto bersama saat peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo di Jakarta Kamis (26/8/2021). (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Lalu, siapakah kira-kira yang akan menakhodai perusahaan gabungan Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia?

Menurut keterangan resmi yang Tekno Liputan6.com terima, Kamis (16/9/2021), dengan persetujuan pemegang saham Indosat Ooredoo, para pihak yang terlibat akan menominasikan Vikram Sinha sebagai CEO dan Nicky Lee sebagai CFO Indosat Ooredoo Hutchison.

Sementara Ahmad Al-Neama akan tetap menjalankan tugasnya sebagai President Director and CEO Indosat Ooredoo, dan Cliff Woo akan tetap bertugas sebagai CEO H3I hingga proses merger selesai.

Kemudian, jika disetujui Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama dan Cliff Woo akan duduk di Dewan Komisaris perusahaan gabungan tersebut.

Melahirkan Perusahaan Telekomunikasi yang Lebih Kuat

Aziz Aluthman Fakhroo, Managing Director of Ooredoo Group, mengatakan kesepakatan ini adalah suatu langkah besar untuk mencapai visi bersama dalam menciptakan nilai yang luar biasa untuk para pelanggan dan pemegang saham lewat penggabungan dua perusahaan telekomunikasi terdepan Indonesia untuk melahirkan perusahaan nomor dua yang lebih kuat di Indonesia.

“Dengan adanya kesepakatan ini, kami sekarang bisa fokus untuk menyelesaikan transaksi dan bekerja sama dengan CK Hutchison untuk menggabungkan keahlian dari masing-masing grup telekomunikasi global untuk membangun perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia di Indonesia,” ujar Azis

Sementara, Canning Fok selaku Group Co-Managing Director of CK Hutchison Holdings, menuturkan ini adalah kesempatan besar untuk membangun perusahaan telekomunikasi yang lebih kuat dan inovatif di Indonesia.

“Hal ini juga merupakan transaksi yang memiliki nilai tambah untuk pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Indosat Ooredoo Hutchison akan berada pada posisi yang dapat mempercepat laju pembangunan dan perkembangan jaringan untuk mendukung agenda digital pemerintah Indonesia, serta memberikan manfaat bagi para pelanggan dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” sambungnya.

CK Hutchison Akan Terima Saham Baru di Indosat Ooredoo

Ooredoo Group saat ini memiliki 65% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo lewat Ooredoo Asia, sebuah perusahaan induk yang dimiliki sepenuhnya. Penggabungan Indosat dan H3I akan menyebabkan CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo hingga 21,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada saat yang sama, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison. Bersamaan dengan penggabungan bisnis, CK Hutchison akan mendapatkan 50% saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8% sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33% saham di Ooredoo Asia.

Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7% kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai US$387 juga. Menyusul transaksi di atas, Para Pihak akan masing-masing memiliki 50% dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru yaitu Ooredoo Hutchison Asia dan memiliki 65,6% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison. Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14,0% saham.

(Dam/Ysl)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel