Indra Sjafri: 34 Asprov PSSI akan miliki direktur teknik sendiri

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengatakan, sebanyak 34 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI akan memiliki direktur teknik sendiri untuk membantu pengembangan sepak bola di Indonesia.

"Menurut saya, kalau hanya satu direktur teknik di Indonesia yang sebesar ini, itu tidak 'nendang', tidak bisa seperti itu," ujar Indra di Manila, Filipina, Sabtu (31/12).

Program 34 direktur teknik itu, pria asal Sumatera Barat itu melanjutkan, akan disahkan dalam Kongres Biasa PSSI 2023 yang akan berlangsung pada bulan Januari. Kebijakan itu pun sudah disetujui oleh FIFA.

Indra menyebut, ketika memberi tahu FIFA soal rancangan tersebut, dia mendapatkan pertanyaan balik dari badan sepak bola dunia itu.

"FIFA malah bertanya kenapa tidak dari dulu," kata juru taktik yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019 itu.

Baca juga: Indra Sjafri tegaskan Indonesia incar posisi juara Grup A Piala AFF

Nantinya, direktur-direktur teknik di Asprov PSSI memiliki pekerjaan yang sama dengan direktur teknik PSSI di tingkat pusat. Beberapa di antara kewajiban tersebut seperti menjalankan program kepelatihan, memantau bakat pesepak bola muda sekaligus mendatanya.

Kemudian, direktur teknik di Asprov juga diharapkan dapat membuat sebuah turnamen usia muda.

"Selain itu, direktur teknik juga dapat membantu penyelesaian masalah seperti soal teknis dan SDM di Asprov," tutur Indra.

Indra memaparkan, penunjukan 34 direktur teknik di tingkat Asprov PSSI sesuai dengan visi-misi Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang mengharuskan PSSI memiliki program jangka panjang.

Artinya, ketika sudah disahkan di kongres dan dijalankan di semua wilayah, para direktur teknik tersebut dapat menjadi penggerak untuk mencari bakat-bakat sepak bola dari seluruh penjuru negeri.

Dari sana, PSSI berharap bisa menemukan pemain-pemain bagus dari tingkat akar rumput untuk memperkuat tim nasional di beragam turnamen, termasuk Piala Dunia U-20 2023 yang digelar di Indonesia pada 20 Mei-11 Juni 2023.

"Kita memulai pembinaan usia dini dari daerah-daerah. Kalau terkait FIFA, mari kita bicarakan Piala Dunia. Namun, pemain-pemain itu juga dapat membela timnas di kompetisi lain misalnya SEA Games, Asian Games dan Olimpiade," ujar Indra.

Baca juga: Timnas Indonesia waspadai efek rumput sintetis Stadion Rizal Memorial
Baca juga: Semua pemain timnas harus siap cetak gol ke gawang Filipina