Industri diminta berdaya saing dan lestarikan lingkungan

Kepala Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI Emmy Suryandari meminta industri berdaya saing yang tinggi sambil menjaga kelestarian lingkungan.

"Kalau kita bicara industri, pasti tentang bagaimana mempunyai daya saing yang tinggi, meningkatkan produksi dan berkontribusi pada pertumbuhan PDB. Tapi, semua tetap dalam aturan bahwa lingkungan tetap terjaga. Jadi industri ini harus bisa menyeimbangkan," kata Emmy dalam webinar "Pengelolaan Sampah Plastik dalam Upaya Pengendalian Perubahan Iklim" yang diikuti daring dari Jakarta, Selasa.

Agar industri dapat memiliki daya saing tinggi dan berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, Emmy mengatakan Kemenperin memiliki berbagai strategi.

Pertama, Kemenperin mendorong industri yang ramah lingkungan atau industri hijau dengan memanfaatkan sumber daya alam secara efektif dan efisien.

Baca juga: KLHK sebut pengelolaan sampah harus terintergasi dari hulu ke hilir

Baca juga: Pakar : Daur ulang limbah sambil mendulang Rupiah lewat aplikasi

"Ini dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 pun sudah kita bunyikan bahwa industri harus hijau. Baik yang sudah ada maupun yang baru harus mengedepankan upaya pemanfaatan sumber daya alam secara efisien dan efektif," ujar Emmy.

Kedua, industri strategis, dalam hal ini, Kemenperin memiliki beberapa industri prioritas yang secara pertumbuhannya dapat menjadi kekuatan bagi industri di Indonesia.

Strategi ketiga, Kemenperin mendorong industri berbasis 4.0 yang memanfaatkan transformasi digital agar kegiatan industri termasuk proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.

Sedangkan strategi keempat, kata Emmy, adalah Kemenperin mengutamakan dan mendorong penggunaan produk dalam negeri.

Ia juga mengatakan Kemenperin mendorong penerapan skema sirkular ekonomi untuk pengelolaan sampah dari perusahaan industri plastik dan elektronik, di mana sampah kemasan bekas sebuah produk, misalnya, dapat diolah kembali oleh industri menjadi material baru.

"Industri plastik itu cukup besar populasinya, investasinya juga cukup besar, dan skema sirkular ekonomi ini jadi salah satu tools yang harus dimanfaatkan untuk kita bisa memastikan bahwa plastik itu bisa didaur ulang dan dimanfaatkan kembali," katanya.

"Makanya salah satu upaya yang sering kita dorong adalah bagaimana industri plastik di Indonesia bisa melakukan transformasi sehingga mereka bisa memproduksi plastik yang bisa didaur ulang. Saya tahu banyak industri yang sudah mencoba atau memproduksi kemasan ramah lingkungan yang bisa didaur ulang, hanya memang perlu ada gerakan masifnya," kata Emmy.*

Baca juga: Ninja Xpress dan Kamibox ajak UMKM untuk daur ulang sampah

Baca juga: Banjarmasin kirim 11,7 ton sampah plastik daur ulang ke Surabaya