Industri Kebugaran Beralih ke Online, Konsumen Startup Ini Naik 1.000%

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kesadaran akan memiliki kesehatan dan gaya hidup yang lebih baik telah menjadi salah satu tren utama masyarakat Indonesia saat ini. Hal itu tentunya berdampak pada industri penyedia fasilitas kebugaran dan olahraga yang terus berkembang.

Namun seperti yang sudah diketahui, Pandemi COVID-19 memengaruhi seluruh industri di tanah air, tak terkecuali industri kebugaran. Terlebih dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat orang membatasi aktivitasnya di luar ruangan.

Baca juga: Uji Operasi, Tol Cibitung-Cimanggis Bakal Lancarkan Arus Logistik

Pelaku usaha pun menerapkan strategi baru. Layanan penyediaan olahraga sebagian besar dilakukan di luar ruangan, aktivitasnya diubah dari offline menjadi online.

Berdasarkan Survei Konsumen Indonesia yang dilakukan oleh McKinsey, aplikasi kebugaran dan olahraga online akan menjadi primadona baru pada saat dan paska COVID-19. Hal ini ditunjukkan dengan pengguna aplikasi kebugaran akan meningkat dari 35 persen menjadi 69 persen per tahunnya.

Peningkatan tersebut pun dirasakan startup olahraga lokal asal Indonesia doogether="" href="https://www.viva.co.id/tag/doogether">DOOgether. Bisnis yang dilakukan mengalami peningkatan pesat di era COVID-19.

"Tren tersebut mencerminkan pertumbuhan pelanggan aktif DOOgether lebih dari 1.000 persen selama 6 bulan terakhir," ujar CEO DOOgether, Fauzan Gani dikutip dari keterangannya, Selasa 10 November 2020

Dia menegaskan, DOOgether membuka kelas-kelas atau pun event olahraga secara online yang bisa dilakukan sesama anggota. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk berolahraga guna meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19.

Sebagai startup yang bergerak di industri kebugaran lebih dari empat tahun, DOOgether siap mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan membantu para mitra studio olahraga. Harapannya, DOOgether dapat bantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor kesehatan dan kebugaran.

"Kami juga tentunya akan terus membantu para mitra lokal dalam mengembangkan bisnisnya terutama di masa PSBB COVID-19 sekarang," katanya.

Sementara itu, pemilik studio olahraga lokal Breathe, Nadia Saphira mengatakan, kehadiran DOOgether sejak tahun 2016 hingga sekarang terus membantu para studio dan trainer dalam mendapatkan pelanggan baru. Aplikasi ini juga membantu industri dan bisnis olahraga tetap berjalan di tengah pandemi COVID-19.

"Tentu sangat berat untuk bisnis, tetapi dengan adanya peran DOOgether, studio kita mendapatkan bantuan kelas-kelas online dan juga event-event online. Jadi masyarakat bisa tetap hidup sehat dan imunitas tubuh bisa terjaga," jelasnya. (ren)