Industri makanan asal Korea Selatan gunakan energi terbarukan PLN

Industri makanan dan bioteknologi asal Korea Selatan yakni PT Cheil Jedang Indonesia Site Pasuruan dan PT Cheil Jedang Indonesia Site Jombang menggunakan layanan penjualan Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energi Certificate (REC) dari PLN.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa (UID) Jawa Timur, Lasiran melalui keterangan tertulisnya di Surabaya, Rabu, mengatakan PLN berkomitmen menghadirkan energi yang ramah lingkungan kepada pelanggan selaras dengan aspirasi transformasi green energy melalui REC.

"Melalui REC, hingga Agustus 2022 sebanyak 155.443 MWh energi terbarukan disalurkan ke berbagai pelanggan retail di Jawa Timur," kata dia.

Menurut dia, penandatanganan perjanjian jual beli REC dilakukan oleh Manager PLN UP3 Pasuruan Mochamad Abdul Basyid dengan Associate Director Administration PT Cheil Jedang Indonesia Site Pasuruan, Imam Nachrowi untuk potensi pembelian REC sebanyak 110.490 unit atau setara 110.490 MWh.

Sementara, Director Administration PT Cheil Jedang Indonesia Site Jombang, Beny Effendi dan Manager PLN UP3 Mojokerto, Puguh Prijandoko menandatangani untuk pembelian REC sebanyak 52.000 unit atau setara 52.000 MWh.

Lasiran mengatakan dengan layanan REC, pelanggan akan mendapat pengakuan dari dunia internasional bahwa perusahaannya telah menggunakan energi terbarukan. Setiap satu unit REC merepresentasikan satu MWh listrik yang digunakan berasal dari pembangkit green energy.

Adapun manfaat yang didapat pelanggan dengan REC yaitu memperoleh opsi pengadaan untuk pemenuhan target 100 persen penggunaan EBT yang transparan dan diakui secara internasional dan tanpa mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur.

"Dengan pasokan energi bersih, PT Cheil Jedang Indonesia bisa lebih berfokus untuk peningkatan operasional perusahaan," kata dia.

Associate Director Administration PT Cheil Jedang Indonesia Site Pasuruan Imam Nachrowi mengatakan perusahaannya terus memperhatikan isu lingkungan dalam pengembangan produknya selama ini.

"Secara korporasi kami telah memiliki sertifikasi A untuk ESG (Environment Social Governance) dimana salah satunya rilis carbon harus terkontrol. Inilah langkah kami, CJI Site Pasuruan dan Jombang dialihkan penggunaan energi nya menggunakan EBT, karena pasar kami 60 persennya di Eropa, dan jika di Eropa akan dikenakan pajak emisi, maka itu menjadi alasan kami menggunakan REC," kata Imam.

Dia memberikan apresiasi akan layanan PLN dan mengucapkan terima kasih atas suplai pasokan listrik yang andal oleh PLN selama bertahun-tahun.

Kontrak pembelian REC juga memberikan dampak bagi pemerintah yang tengah mendorong transisi energi menuju karbon netral 2060. Diharapkan, masifnya kontrak pembelian REC di sektor industri dapat mendorong pertumbuhan pasar nasional energi terbarukan sehingga dapat mempercepat pencapaian target bauran energi nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Baca juga: PLN serahkan sertifikat energi terbarukan untuk Istana Kepresidenan
Baca juga: Luhut puji keberhasilan PLN sediakan REC untuk dukung transisi energi
Baca juga: PLN dukung penggunaan energi bersih di lokasi KTT G20