Industri Makanan dan Minuman Lirik Gaslink Jadi Sumber Bahan Bakar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) optimis konsumsi gas bumi melalui program Gaslink terus meningkat, salah satu konsumennya adalah industri makanan dan minuman.

Direktur Utama Gagas Muhammad Hardiansyah mengatakan, konsumen gas bumi melalui program Gaslink mencapai 180 pelanggan hingga Februari 2021. Sebanyak 11 persen diantaranya adalah industri makanan dan minuman. Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut pun optimis konsumen gas bumi melalui program Gaslink akan terus meningkat.

"Kami yakin angka ini akan terus meningkat, baik secara jumlah pelanggan ataupun volume pemakaian. Hal ini sejalan dengan tren pertumbuhan leisure industry di Indonesia yang mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir dan akan kembali tumbuh pasca pandemi,” kata Hardiansyah, di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Menurutnya Gagas sebagai bagian dari Subholding Gas senantiasa siap memberikan jaminan penyediaan energi baik gas untuk kelangsungan usaha tahu yang berkelanjutan.

Gaslink yang mengedepankan konsep mobility, flexibility dan reliability dalam penyaluran energi baik gas bumi sangat cocok untuk mendukung industri makanan dan minuman yang terkoneksi dengan leisure industry.

"Terlebih bagi industri yang berlokasi di daerah-daerah wisata yang jauh dari sumber gas ataupun jaringan pipa gas (off-grid) seperti Tahu Susu Lembang,” ungkap Hardiansyah.

Lebih Efisien

Petugas memasang instalasi Gaslink PGN di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/10). Gaslink merupakan inovasi PGN memperluas pemanfaatan gas bumi ke masyarakat, salah satunya melalui pendistribusian gas tanpa melalui pipa (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas memasang instalasi Gaslink PGN di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/10). Gaslink merupakan inovasi PGN memperluas pemanfaatan gas bumi ke masyarakat, salah satunya melalui pendistribusian gas tanpa melalui pipa (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Salah satu konsumen Gaslink adalah Produsen Tahu Susu Lembang di Jawa Barat dan Yung Fu di Jawa Timur, keduanya menggunakan gas bumi dalam proses produksinya untuk menghasilkan Tahu Susu, Tahu Mentega dan Tahu Putih khas Bandung.

Rahmat Hidayat, Manajer Operasional Tahu Susu Lembang menyatakan, telah merasakan efisiensi dan kemudahan dalam menggunakan Gaslink.

Tahu Susu Lembang menggunakan Gaslink untuk proses memasak di dapur utama mereka yang berlokasi di Jalan Raya Lembang, Bandung Barat.

Selanjutnya hasil produksi didistribusikan ke cabang-cabang dan pusat oleh-oleh di Bandung. Dalam satu hari, Tahu Susu Lembang yang telah menjadi pengguna Gaslink sejak tahun 2017 ini mampu memproduksi sekitar 1.200 hingga 1.250 tahu per harinya.

“Sejak pakai Gaslink, sudah gak perlu repot mikirin stock gas,” tutup Rahmat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: