Industri mebel dan kerajinan atur strategi hadapi pelemahan pasar

Pelaku usaha industri mebel dan kerajinan yang tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (Himki) mengatur strategi untuk menghadapi situasi pasar yang sedang melemah saat ini.

"Dalam rangka mengimbangi pelemahan permintaan dari pasar utama kita , yaitu Amerika Serikat dan Eropa, maka kita perlu mencari alternatif pasar baru yang juga memiliki potensi yang tidak kalah besar," kata Ketua Presidium Himki Abdul Sobur lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Beberapa potensi pasar tersebut di antaranya negara-negara emerging market terutama yang ada di Asia seperti China, India, dan Timur Tengah.

Sobur mengatakan Himki juga serius dalam menggarap pasar dalam negeri, yang antara lain dengan program mall to mall expo yang tengah dijalankan oleh Himki DKI Jabodetabek.

Ketua DPD Himki DKI Jabodetabek Edmund Parengkuan menyampaikan pihaknya menggulirkan lima program unggulan untuk memajukan industri mebel dan kerajinan sehingga bisa menguasai pasar dalam negeri dan pasar ekspor.

"Kelima program tersebut adalah pertama, program mall to mall expo yang bekerjasama dengan Sinergy Hub di Mall Alam Sutera BSD Tangerang dan bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta yang berlokasi di beberapa mall di Jakarta," kata Edmund.

Kedua, program diskon bagi anggota Himki yang mengikuti pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX).

"Seperti kita ketahui bersama, pameran IFEX adalah pameran mebel dan kerajinan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Mengingat pameran ini sangat penting kami memberikan insentif potongan harga bagi anggota-anggota Himki DKI Jabodetabek," ujar Edmund.

Ketiga, program kerja sama dengan Jakpreneur, yakni platform yang dibentuk Pemprov DKI Jakarta untuk mewadahi masyarakat kreatif dan inovatif agar dapat memajukan usaha berskala mikro, kecil, hingga menengah (UMKM).

Keempat, membuat kartu anggota elektronik, yang bisa digunakan seperti e-toll, di mana keuntungan lainnya adalah adanya potongan harga khusus untuk sesama anggota Himki.

Terakhir, konsolidasi organisasi untuk penguatan organisasi, di mana sebagai bagian integral dari Himki pusat, Himki DKI Jabodetabek selalu melakukan konsolidasi organisasi untuk penguatan organisasi Himki.


Baca juga: Menperin ingin wujudkan ekspor furnitur 5 miliar dolar pada 2024
Baca juga: Himki dorong pelaksanaan pameran mebel berskala internasional
Baca juga: Menggeliat, HIMKI optimistis industri mebel tumbuh 32 persen