Industri Penggemukan Sapi Akan Serap Sapi Lokal

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) menargetkan bisa menyerap sapi lokal sebanyak 300 ribu ekor tahun ini. Penyerapan sapi lokal sebagai langkah menyiasati kebijakan pemerintah yang mengurangi kuota impor sapi bakalan dari 600 ribu ekor menjadi 283 ribu ekor.

Direktur Apfindo Joni Liano mengatakan penyerapan sapi lokal dalam jumlah besar ini untuk memenuhi kapasitas kandang feedlot (penggemukan sapi) secara maksimal. Sebab saat ini kapasitas kandang terpasang 21 industri feedlot yang tergabung dalam Apfindo mencapai 1.125.000 ekor sapi dengan rata-rata lama penggemukan sapi 2-3 bulan.

Menurut dia, industri feedlot akan menyerap sapi lokal dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Sebab populasi sapi lokal paling banyak terdapat di empat lokasi tersebut.

»Selama ini industri mengimpor sapi bakalan dari Australia, yang jumlahnya mencapai 600 ribu ekor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kalau kuota dikurangi, kami harus serap sapi lokal minimal 300 ribu ekor,” kata Joni ketika dihubungi Tempo, Rabu 4 Januari 2012.

Selama ini sapi lokal tidak banyak terserap oleh industri feedlot. Penyerapan sapi lokal tiap industri tidak merata. Ada yang hanya menyerap 1.000 sapi lokal per bulan, ada juga yang menyerap hingga 7.000 sapi lokal per bulan. »Secara keseluruhan rata-rata industri yang tergabung dalam Apfindo hanya serap 20 ribu sapi lokal tiap bulan,” ujarnya.

Ketersediaan sapi bagi industri harus bisa terus terpenuhi karena tiap bulannya industri rata-rata membutuhkan sekitar 30 ribu ekor sapi untuk digemukkan. Sementara kebutuhan pemotongan sapi dalam keadaan normal mencapai 40-50 ribu ekor.

Dengan pengurangan kuota impor sapi bakalan ini Joni juga memperkirakan ada kenaikan harga daging. Alasannya, permintaan daging masih tergolong tinggi. Jika pasokan tidak bisa terpenuhi, berdasarkan hukum ekonomi, harga akan naik.

ROSALINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler