Industri Penggemukan Sapi Akan Serap Sapi Lokal

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Pelindo-Mitsui Bentuk Pengelola Baru New Priok

    Pelindo-Mitsui Bentuk Pengelola Baru New Priok

    Tempo
    Pelindo-Mitsui Bentuk Pengelola Baru New Priok

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan Mitsui and Co Ltd meneken perjanjian kerja sama pengelolaan Terminal I Kalibaru atau New Tanjung Priok. Setelah beroperasi pada akhir 2014, Pelindo II dan Mitsui akan membentuk anak usaha baru. (Baca: Pelindo II-Mitsui Sepakati Pengelolaan New Priok) …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) menargetkan bisa menyerap sapi lokal sebanyak 300 ribu ekor tahun ini. Penyerapan sapi lokal sebagai langkah menyiasati kebijakan pemerintah yang mengurangi kuota impor sapi bakalan dari 600 ribu ekor menjadi 283 ribu ekor.

Direktur Apfindo Joni Liano mengatakan penyerapan sapi lokal dalam jumlah besar ini untuk memenuhi kapasitas kandang feedlot (penggemukan sapi) secara maksimal. Sebab saat ini kapasitas kandang terpasang 21 industri feedlot yang tergabung dalam Apfindo mencapai 1.125.000 ekor sapi dengan rata-rata lama penggemukan sapi 2-3 bulan.

Menurut dia, industri feedlot akan menyerap sapi lokal dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Sebab populasi sapi lokal paling banyak terdapat di empat lokasi tersebut.

»Selama ini industri mengimpor sapi bakalan dari Australia, yang jumlahnya mencapai 600 ribu ekor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kalau kuota dikurangi, kami harus serap sapi lokal minimal 300 ribu ekor,” kata Joni ketika dihubungi Tempo, Rabu 4 Januari 2012.

Selama ini sapi lokal tidak banyak terserap oleh industri feedlot. Penyerapan sapi lokal tiap industri tidak merata. Ada yang hanya menyerap 1.000 sapi lokal per bulan, ada juga yang menyerap hingga 7.000 sapi lokal per bulan. »Secara keseluruhan rata-rata industri yang tergabung dalam Apfindo hanya serap 20 ribu sapi lokal tiap bulan,” ujarnya.

Ketersediaan sapi bagi industri harus bisa terus terpenuhi karena tiap bulannya industri rata-rata membutuhkan sekitar 30 ribu ekor sapi untuk digemukkan. Sementara kebutuhan pemotongan sapi dalam keadaan normal mencapai 40-50 ribu ekor.

Dengan pengurangan kuota impor sapi bakalan ini Joni juga memperkirakan ada kenaikan harga daging. Alasannya, permintaan daging masih tergolong tinggi. Jika pasokan tidak bisa terpenuhi, berdasarkan hukum ekonomi, harga akan naik.

ROSALINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...