Industri pos dan jasa kurir China akan dorong transformasi hijau pada 2022

·Bacaan 1 menit

China akan mendorong pembangunan hijau di bidang industri pos dan jasa kurir pada 2022 dengan menerapkan kemasan pengiriman ekspres yang dapat didaur ulang dan kendaraan energi baru secara lebih luas, sebagai upaya mengurangi polusi dan emisi karbon, demikian disampaikan otoritas pos pada Kamis (6/1).

China akan meluncurkan sejumlah kebijakan untuk menstandarisasi operasi pengemasan, mengurangi pengemasan yang berlebihan, serta mendorong pendaurulangan kotak-kotak kemasan, kata Kepala Biro Pos Negara Ma Junsheng dalam konferensi kerja tahunan biro tersebut.

Total 10 juta kotak-kotak kemasan yang dapat didaur ulang akan digunakan tahun depan, dan 700 juta kotak kardus akan digunakan ulang, menurut konferensi tersebut.

Industri ini akan menggunakan lebih banyak kendaraan energi baru dan energi bersih serta menjajaki pembangunan pusat-pusat distribusi hijau, imbuh Ma.

Industri jasa kurir China diperkirakan akan membukukan total pendapatan 1,04 triliun yuan (1 yuan = Rp2.258) pada 2021, naik 18 persen dari tahun sebelumnya, dengan jumlah paket yang ditangani melonjak 30 persen secara tahunan (yoy) ke angka 108,5 miliar, tunjuk data dari biro tersebut.

Pada akhir 2022, layanan kurir pada dasarnya akan mencakup semua desa administratif di China, ujar Ma, sambil menambahkan bahwa infrastruktur logistik akan diperkuat di kawasan pedesaan.

Banyak kebijakan akan diambil guna membantu industri jasa kurir agar dapat lebih baik melayani sektor manufaktur canggih dan mendorong perusahaan-perusahaan pengiriman untuk membentuk kerja sama strategis dengan pengusaha pabrik terkemuka.

China akan lebih lanjut meningkatkan kualitas layanan di industri ini, memperkuat regulasi pasar, serta melindungi hak-hak yang sah maupun kepentingan para karyawan pos dan jasa kurir, tutur Ma.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel