Infeksi COVID-19 Bisa Sebabkan Gula Darah Meningkat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Virus COVID-19 bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Alhasil, paru-paru penderita yang mungkin tadinya tidak ada masalah mengalami penurunan fungsi. Tidak hanya itu, diketahui pasien positif COVID-19 juga bisa menyebabkan gula darah meningkat.

Hal ini diungkapkan oleh spesialis penyakit dalam dr. Wismandari Wisnu, Sp.PD-KEMD. dalam program Hidup Sehat TvOne.

"Orang COVID kalau liat pasien COVID tadinya bukan diabetes tapi ternyata selama perawatan gulanya meningkat itu bisa," kata dia, Rabu 25 Agustus 2021.

Lebih lanjut, kondisi ini terjadi lantaran adanya hormon yang meningkat saat pasien tersebut terpapar infeksi virus COVID-19.

"Sama seperti orang stress ada hormon yang meningkat saat dia infeksi dan itu suatu kondisi yang normal. tapi kalau dia punya bakat diabetes hormon meningkat ini gulanya jadi tidak turun-turun itu artinya ada bakat," kata dia.

Namun, Wismandari mengungkapkan bisa saja ketika infeksi virus COVID-19 itu selesai dan membaik. Kemudian orangnya sudah diperbolehkan untuk pulang, kadar gula darahnya sudah kembali normal.

"Tapi bisa saja infeksinya selesai membaik orangnya sudah pulang gulanya sudah bagus lagi bisa. Tapi yang seperti itu kita tetap sebutnya diabetes walaupun begitu keluar gulanya bagus tetap kita sebut diabetes," kata dia.

Lebih lanjut, Wismandari menjelaskan pasien tersebut akan diterapi sebagai pasien diabetes.

"Kalau naiknya sekali dua kali sebut hiperglikemia reaktif sesaat aja naiknya karena ada sesuatu. Harus diwaspadai karena orang seperti di masa depan itu bisa jadi diabetes betulan saat itu gaya hidup sehat harus dikencangkan," kata Wismandari.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel