Infeksi Virus Masih Tinggi, Jerman Belum Bisa Putuskan Akhir Pembatasan COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Berlin - Menteri Kesehatan Jerman mengatakan pada Jumat, 13 November 2020 bahwa terlalu dini untuk mengatakan apakah pembatasan yang diberlakukan minggu lalu dapat mengekang penyebaran Virus Corona COVID-19.

"Sebenarnya terlalu dini untuk menilai ini sekarang," kata Jens Spahn kepada televisi ARD seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (13/11/2020).

"Kami akan melihat dalam beberapa hari mendatang apakah ini akan menghasilkan sesuatu."

Jumlah kasus Virus Corona COVID-19 harian baru di Jerman mencapai rekor 23.542 pada Jumat, sekitar 1.700 lebih banyak dari pada sebelumnya, Robert Koch Institute (RKI) untk melaporkan.

Kanselir Angela Merkel dan para pemimpin negara bagian Jerman akan bertemu untuk meninjau apakah tindakan penguncian parsial yang diberlakukan pada 2 November telah cukup untuk memperlambat peningkatan tajam dalam infeksi baru yang berisiko membebani rumah sakit.

Pembatasan Diminta Tak Dicabut

Dua orang pejalan kaki yang mengenakan masker melewati sebuah jalan di Frankfurt, Jerman, 2 November 2020. Jumlah infeksi baru COVID-19 di Jerman bertambah 12.097 kasus dalam sehari. (Xinhua/Lu Yang)
Dua orang pejalan kaki yang mengenakan masker melewati sebuah jalan di Frankfurt, Jerman, 2 November 2020. Jumlah infeksi baru COVID-19 di Jerman bertambah 12.097 kasus dalam sehari. (Xinhua/Lu Yang)

Menkes Jens Spahn memperingatkan bahwa tidak mungkin kehidupan akan kembali normal pada Desember 2020 dan mengatakan acara musim dingin seperti pesta Natal, pesta ulang tahun dan pernikahan tidak mungkin dilanjutkan.

"Kami tidak pernah mengatakan bahwa November akan sangat sulit dan kemudian semuanya akan seperti sebelumnya."

Perdana Menteri Bavaria Markus Soeder juga memperingatkan agar tidak mencabut pembatasan terlalu cepat, dengan mengatakan tujuannya harus mengurangi insiden virus selama tujuh hari menjadi di bawah 50 per 100.000 penduduk.

Jerman saat ini memiliki 139 kasus per 100.000 penduduk, menurut RKI.

Saksikan Video Berikut Ini: