Inflasi adalah Salah Satu Peristiwa Ekonomi, Berikut Penjelasannya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Memahami pengertian, penyebab, hingga cara megatasi inflasi adalah ilmu yang penting untuk diketahui. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengn inflasi? Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian di suatu negara dimana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang panjang (kontinu) disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Selain itu, inflasi sendiri ada beberapa jenis. Bahkan tidak hanya inflasi dalam sebuah negara ataupun perusahaan, inflasi adalah istilah yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi seseorang yang memang terjun dalam dunia bisnis.

Membahas lebih dalam mengenai inflasi tersebut, berikut Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber tentang pengertian, penyebab, jenis, hingga cara mengatasi inflasi tersebut, Senin (15/2/2021).

Pengertian Inflasi

Ilustrasi Belajar Bahasa Asing Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Belajar Bahasa Asing Credit: pexels.com/pixabay

Inflasi adalah gejala ekonomi yang sangat sulit dihilangkan secara tuntas. Beragam upaya yang dilakukan hanya sebatas pengendalian inflasi saja. Mengenai inflasi sendiri, berikut ini beberapa ahli memberi penjelasan lengkapnya, sebagai berikut:

1. Weston dan Sopeland

Menurut Weston dan Sopeland inflasi adalah suatu keadaan di bidang ekonomi yang sedang diterpa oleh suatu kenaikan di tingkat harga yang paling tinggi serta tidak bisa untuk dicegah atau pun dikendalikan kembali.

2. Menurut Samuelson

Dirinya mendifinisikan bahwa inflasi adalah suatu keadaan di mana terjadinya kenaikan tingkat harga umum.

3. Menurut Ackley

Pengertian inflasi adalah suatu kenaikan harga yang terus menerus dari barang-barang dan jasa secara umum.

4. Menurut Marcus

Inflasi adalah suatu nilai dimana tingkat harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan. Maksudnya inflasi adalah salah satu peristiwa moneter yang menunjukkan suatu kecendrungan akan naiknya harga barang secara umum yang berarti terjadinya penrunan terhadap nilai mata uang.

5. Veneris dan Sebold

Inflasi adalah kecenderungan yang terus menerus dari tingkat harga umum untuk meningkat setiap waktu.

6. Winardi

Winardi menjelaskan bahwa inflasi adalah suatu periode pada masa tertentu, terjadi ketika kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter menurun. Pengertian Inflasi tersebut dapat timbul apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan.

7. Dwi Eko Waluyo

Selanjutnya yakni menurut Dwi Eko Waluyo, inflasi adalah salah satu bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan dialami hampir di seluruh negara. Kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus. Teori ini dikemukakan dalam buku beliau yang berjudul Teori Ekonomi Makro terbitan tahun 2002.

8. Sadono Sukirno

Sadono Sukirno menyebut inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Pernyataan ini dinyatakan pada tahun 2002 dalam bukunya yang berjudul makro ekonomi.

9. Menurut Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) mendefinisikan inflasi dalam Inflation Targeting Framework. Menurut Bank Indonesia, inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus.

Penyebab Inflasi

Ilustrasi Berbelanja Credit: pexels.com/Dorm
Ilustrasi Berbelanja Credit: pexels.com/Dorm

Ada beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya inflasi. Secara umum, penyebab inflasi adalah karena terjadinya kenaikan permintaan dan biaya produksi.

1. Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Penyebab inflasi karena meningkatnya permintaan atau demand pull inflation. Ini karena permintaan atau daya tarik masyarakat yang kuat terhadap suatu barang. Inflasi akan terjadi saat ada keinginan berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasaran. Keinginan yang berlebihan membuat permintaan bertambah. Padahal penawaran masih tetap dan akhirnya mengakibatkan harga naik.

2. Inflasi karena Bertambahnya Uang yang Beredar (Quantity Theory Inflation)

Penyebab inflasi selanjutnya karena bertambahnya uang yang beredar. Teori inflasi disebabkan bertambahnya uang yang beredar dikemukakan kaum klasik yang menyatakan jika ada keterkaitan antara jumlah uang yang beredar dengan harga-harga. Jika jumlah barang tetap tapi jumlah uang uang yang beredar lebih besar dua kali lipat, maka harga barang jadi lebih mahal dua kali lipat.

Jumlah uang yang beredar di masyarakat bisa bertambah jika suatu negara menggunakan sistem anggaran defisit. Maka untuk menutup kekurangan anggaran tersebut, negara mencetak uang baru dan akhirnya menyebabkan harga naik.

3. Meningkatnya Biaya Produksi (Cosh Push Inflation)

Selanjutnya penyebab inflasi karena meningkatnya biaya produksi. Inflasi kenaikan biaya produksi atau cost push inflation disebabkan ada dorongan kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus. Secara umum inflasi kenaikan biaya produksi disebabkan karena desakan biaya faktor produksi yang terus naik.

Inflasi yang disebabkan kenaikan biaya produksi bisa terjadi di negara dengan pertumbuhan ekonomi yang berkembang atau tumbuh pesat tapi dengan angka pengangguran rendah.

4. Inflasi Campuran (Mixed Inflation)

Inflasi campuran terjadi karena ada kenaikan penawaran dan permintaan. Ini terjadi karena ketidakseimbangan penawaran dan permintaan. Saat permintaan pada suatu barang atau jasa bertambah, mengakibatkan penyediaan barang dan faktor produksi menjadi turun. Sementara itu, pengganti atau substitusi barang dan jasa tersebut terbatas bahkan tidak ada.

Keadaan tidak seimbang tersebut menyebabkan harga barang dan jasa menjadi naik. Inflasi jenis ini sangat sulit diatasi atau dikendalikan saat kenaikan supply akan suatu barang atau jasa lebih tinggi atau setidaknya setara dengan permintaan.

5. Inflasi ekspektasi (Expected inflation)

Penyebab inflasi selanjutnya yakni akibat dari perilaku masyarakat yang berpendapat jika kondisi ekonomi di masa yang akan datang akan menjadi lebih baik lagi. Harapan masyarakat akan kondisi ekonomi di masa yang akan datang bisa menyebabkan terjadinya inflasi permintaan atau juga inflasi biaya produksi. Inflasi ini sulit untuk dideteksi karena kejadiannya tidak terlalu signifikan.

Jenis Inflasi

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Jenis inflasi dibagi berdasar tiga hal, yaitu tingkat keparahan, penyebab dan sumbernya. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Jenis Inflasi Berdasar Tingkat Keparahan

a. Inflasi Ringan

Mudah dikendalikan dan belum begitu menganggu perekonomian suatu negara. Terjadi kenaikan harga barang/jasa secara umum, yaitu di bawah 10% per tahun dan dapat dikendalikan.

b. Inflasi Sedang

Inflasi yang bisa menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat berpenghasilan tetap, namun belum membahayakan aktivitas perekonomian suatu negara. Inflasi ini berada di kisaran 10%-30% per tahun.

c. Inflasi Berat

Mengakibatkan kekacauan perekonomian di suatu negara. Pada kondisi ini umumnya masyarakat lebih memilih menyimpan barang dan tidak mau menabung karena bunganya jauh lebih rendah ketimbang nilai inflasi. Inflasi ini berada di kisaran 30% – 100% per tahun.

d. Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation)

Inflasi yang telah mengacaukan perekonomian suatu negara dan sangat sulit untuk dikendalikan meskipun dilakukan kebijakan moneter dan fiskal. Inflasi ini berada di kisaran 100% ke atas per tahun.

2. Jenis Inflasi Berdasar Penyebab

a. Demand pull inflation

Jenis inflasi yang terjadi karena permintaan akan barang/ jasa lebih tinggi dari yang bisa dipenuhi oleh produsen.

b. Cost push inflation

Jenis inflasi yang terjadi karena terjadi kenaikan biaya produksi sehingga harga penawaran barang naik.

c. Bottle neck inflation

Jenis inflasi campuran yang disebabkan oleh faktor penawaran atau faktor permintaan.

3. Jenis Inflasi Berdasar Sumber

a. Domestic inflation

Jenis inflasi yang bersumber dari dalam negeri. Inflasi ini terjadi karena jumlah uang di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan.

b. Imported inflation

Jenis inflasi yang bersumber dari luar negeri. Inflasi ini terjadi pada negara yang melakukan perdagangan bebas dimana ada kenaikan harga di luar negeri.

Cara Mengatasi Inflasi

Ilustrasi Mata Uang Rupiah. Kredit: Mohamad Trilaksono (EmAji) via Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Rupiah. Kredit: Mohamad Trilaksono (EmAji) via Pixabay

Cara yang bisa diambil untuk mengatasi masalah inflasi adalah:

1. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah langkah mengatasi inflasi untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran pemerintah, yang memiliki beberapa keuntungan seperti menghemat pengeluaran pemerintah dan menaikkan tarif pajak.

2. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter bertujuan menjaga kestabilan moneter, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yakni kebijakan penetapan persediaan kas, kebijakan diskonto yaitu untuk meningkatkan nilai suku bunga, dan kebijakan operasi pasar terbuka.

3. Kebijakan Lainnya

Ada juga kebijakan-kebijakan lain yang dapat ditetapkan pemerintah untuk mengendalikan atau mengatasi inflasi, seperti meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar. Kemudian bisa juga menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis produk.