Inflasi di Mataram Tertinggi se - Indonesia

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Presdir: Permohonan keberatan pajak BCA sesuai aturan

    Presdir: Permohonan keberatan pajak BCA sesuai aturan

    Merdeka.com
    Presdir: Permohonan keberatan pajak BCA sesuai aturan

    MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo sebagai tersangka kasus pajak PT Bank Central Asia. Saat menjadi Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan 2002-2004, Hadi diduga mengubah keputusan permohonan keberatan BCA atas Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) Pajak Penghasilan (PPh) badan tahun pajak 1999. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

Mataram (ANTARA) - Inflasi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Februari 2012 sebesar 1,73 persen atau paling tinggi diantara 66 kota di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Soegarenda, di Mataram, Kamis mengatakan, tingginya inflasi di ibukota Provinsi NTB tersebut dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah, selain kenaikan harga bahan makanan.

"Ada kelangkaan minyak tanah yang memicu terjadinya lonjakan harga. Kelangkaan itu terjadi pada saat momen hari besar keagamaan seperti Imlek, Galungan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW," katanya.

Kota lainnya di NTB yang mengalami inflasi, kata dia, adalah Kota Bima. Laju inflasi di daerah itu pada Februari 2012 mencapai 0,54 persen yang dipicu kenaikan harga beras sebesar 0,5797 persen dan semen yang mencapai 0,1722 persen.

Secara gabungan, inflasi Kota Mataram dan Kota Bima pada Februari 2012 mencapai 1,48 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dengan tahun dasar 2007 100 dari 142,93 pada bulan Januari 2012 menjadi 145,05 pada bulan Februari 2012.

Dengan angka tersebut, maka lanju inflasi gabungan Kota Mataram dan Kota Bima tahun kalender (Februari 2012-Desember 2011) mencapai 2,74 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Februari 2012-Februari 2011) mencapai 8,16 persen.

Inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima pada Februari 2012 sebesar 148 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 3,44 persen, kelompok bahan makanan 1,90 persen, kelompok sandang 0,66 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,32 persen,


"Kelompok lainnya yang memberikan andil inflasi adalah kelompok kesehatan 0,32 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,03 persen, sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,19 persen," katanya.

Soegarenda mengatakan, dari 66 kota yang menghitung IHK, tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Mataram sebesar 1,73 persen dan terendah di Kota Tangerang sebesar 0,03 persen.

Sementara deflasi terbesar terjadi di Kota Jambi sebesar 1,29 persen dan terendah di Kota Palu sebesar 0,04 persen.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dari lima kota yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi yaitu Kota Mataram sebesar 1,73 persen, Kota Bima 0,54 persen, Kota Denpasar 0,63 persen, Kota Kupang 0,21 persen dan Kota Maumere sebesar 0,09 persen. (rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...