Inflasi di Mataram Tertinggi se - Indonesia

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Tempo
    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    TEMPO.CO, Surakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan pemerintah akan mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Dia mengaku sudah menolak permintaan perpanjangan kontrak dari pengelola sebelumnya, Total E&P Indonesie dari Perancis. …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

Mataram (ANTARA) - Inflasi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Februari 2012 sebesar 1,73 persen atau paling tinggi diantara 66 kota di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Soegarenda, di Mataram, Kamis mengatakan, tingginya inflasi di ibukota Provinsi NTB tersebut dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah, selain kenaikan harga bahan makanan.

"Ada kelangkaan minyak tanah yang memicu terjadinya lonjakan harga. Kelangkaan itu terjadi pada saat momen hari besar keagamaan seperti Imlek, Galungan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW," katanya.

Kota lainnya di NTB yang mengalami inflasi, kata dia, adalah Kota Bima. Laju inflasi di daerah itu pada Februari 2012 mencapai 0,54 persen yang dipicu kenaikan harga beras sebesar 0,5797 persen dan semen yang mencapai 0,1722 persen.

Secara gabungan, inflasi Kota Mataram dan Kota Bima pada Februari 2012 mencapai 1,48 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dengan tahun dasar 2007 100 dari 142,93 pada bulan Januari 2012 menjadi 145,05 pada bulan Februari 2012.

Dengan angka tersebut, maka lanju inflasi gabungan Kota Mataram dan Kota Bima tahun kalender (Februari 2012-Desember 2011) mencapai 2,74 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (Februari 2012-Februari 2011) mencapai 8,16 persen.

Inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima pada Februari 2012 sebesar 148 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 3,44 persen, kelompok bahan makanan 1,90 persen, kelompok sandang 0,66 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,32 persen,


"Kelompok lainnya yang memberikan andil inflasi adalah kelompok kesehatan 0,32 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,03 persen, sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,19 persen," katanya.

Soegarenda mengatakan, dari 66 kota yang menghitung IHK, tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Mataram sebesar 1,73 persen dan terendah di Kota Tangerang sebesar 0,03 persen.

Sementara deflasi terbesar terjadi di Kota Jambi sebesar 1,29 persen dan terendah di Kota Palu sebesar 0,04 persen.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dari lima kota yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi yaitu Kota Mataram sebesar 1,73 persen, Kota Bima 0,54 persen, Kota Denpasar 0,63 persen, Kota Kupang 0,21 persen dan Kota Maumere sebesar 0,09 persen. (rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...