Inflasi Januari 1,03%, Tertinggi Sejak 4 Tahun Terakhir

Liputan6.com, Jakarta : Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan besaran inflasi Januari 2013 mencapai 1,03%, naik dari periode yang sama tahun di 2012 sebesar 0,76%. Inflasi awal tahun ini terbesar selama empat tahun terakhir.

Kepala BPS, Suryamin, mengatakan inflasi terdorong gejolak harga. "Penting bagi pemerintah untuk dapat mengendalikan inflasi bulan-bulan berikutnya," ujar dia dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Jumat (1/2/2013).

Suryamin menjelaskan, untuk inflasi kalender 2013 pencapaian sama dengan infasi Januari sebesar 1,03%. Sementara itu inflasi tahunan sebesar 4,57%.  Inflasi inti pada Januari dan tahun kalender mencapai 0,36%, sedangkan year on year sebesar 4,32%

BPS mencatat, dari 66 kota, 62 kota mengalami inflasi, dan sisanya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi, menurut dia, terjadi di daerah Sibolga sebesar 3,76% dan Sampit 2,91%. Sedangkan inflasi terendah dialami Pontianak sebesar 0,01%.

Sementara di Manokwari dan Sorong, justru terjadi deflasi masing-masing sebesar 0,98% dan 0,75%. "Deflasi di bagian timur karena ada komoditi yang turun kemudian angkutan udara yang turun," tutur dia.

Adapun faktor yang mempengaruhi inflasi pada Januari terbesar dari komponen harga yang bergejolak yaitu sebesar 3,76%. Harga yang diatur pemerintah memberi sumbangan sebesar 0,20% dan komponen inti 0,36%.

Inflasi year on year juga terpengaruh gejolak harga yaitu sebesar 7,48%, harga diatur pemerintah 4,32% dan komponen inti 4,57%. Gejolah harga terutama karena komoditas yang dipengaruhi musim.

Dengan tingginya inflasi pada awal tahun ini, dirinya menilai hal ini menjadi peringatan dini untuk pemerintah agar dapat meningkatkan kesiagaannya dalam menjaga stabilitas harga komponen pendorong inflasi selama tahun ini. (Nur/Shd)