Inflasi AS melonjak 8,3 persen pada Agustus 2022

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) pada Selasa (13/9) melaporkan bahwa inflasi konsumen negara itu pada Agustus melonjak 8,3 persen dibanding tahun lalu, turun tipis dari bulan sebelumnya tetapi masih pada level yang tinggi, menjamin kenaikan suku bunga yang tinggi oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).

Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Urban (Consumer Price Index for All Urban Consumers/CPI-U) naik 0,1 persen pada Agustus berdasarkan penyesuaian musiman setelah terpantau tidak berubah pada Juli, menurut Biro Statistik Ketenagakerjaan departemen tersebut.

CPI Juni sebesar 9,1 persen menandai kenaikan 12 bulanan terbesar sejak periode yang berakhir pada November 1981. Pada Juli, CPI melonjak 8,5 persen. Data terbaru mengindikasikan bahwa inflasi kemungkinan akan mereda di tengah kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Kendati demikian, CPI masih tercatat di angka 8 persen lebih sejak Maret, sebuah pengingat jelas bahwa perjalanan The Fed masih panjang untuk dapat mengendalikan inflasi yang tinggi.

Kenaikan secara bulanan (month over month) yang tipis sebesar 0,1 persen "menutupi laporan yang mengecewakan," tulis Sarah House dan Michael Pugliese, ekonom di Wells Fargo Securities, dalam sebuah analisis.

"Meski inflasi utama dapat dikendalikan oleh penurunan harga bensin, inflasi inti meningkat 0,6 persen pada bulan tersebut," sebut House dan Pugliese
"Meski inflasi utama dapat dikendalikan oleh penurunan harga bensin, inflasi inti meningkat 0,6 persen pada bulan tersebut," sebut House dan Pugliese

Laporan inflasi terbaru itu menunjukkan bahwa apa yang disebut sebagai CPI inti, yang tidak mencakup pangan dan energi, naik 0,6 persen pada Agustus menyusul kenaikan 0,3 persen pada bulan sebelumnya. CPI inti melonjak 6,3 persen selama 12 bulan terakhir, kenaikan yang lebih besar dibanding kenaikan 5,9 persen pada periode 12 bulan yang berakhir pada Juli.

Indeks energi turun 5,0 persen pada Agustus, setelah turun 4,6 persen pada Juli dan melonjak 7,5 persen pada Juni. Bahkan dengan penurunan yang terbaru, indeks energi tercatat naik 23,8 persen selama 12 bulan terakhir.

Indeks pangan naik 0,8 persen pada bulan itu setelah tumbuh 1,1 persen pada Juli, menandai kenaikan bulanan terkecil sejak Desember 2021. Indeks pangan meningkat 11,4 persen selama setahun terakhir, kenaikan 12 bulanan terbesar sejak periode yang berakhir pada Mei 1979.

Bank sentral AS menaikkan target suku bunga acuan (funds rate) sebesar seperempat poin persentase dari hampir nol pada Maret, memulai siklus pengetatannya untuk meredam lonjakan inflasi. Pada Mei, The Fed menaikkan suku bunga sebesar setengah poin persentase. The Fed menaikkan suku bunga sebesar tiga perempat poin persentase pada Juni dan Juli, kenaikan paling agresif dalam beberapa dekade.

Seiring terus naiknya CPI inti dengan laju yang jauh melampaui target inflasi 2 persen Federal Reserve, kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin pada rapat kebijakan pekan depan "tampaknya hampir dapat dipastikan" pada saat ini, imbuh House dan Pugliese.