INFOGRAFIS: Catatan Sejarah Jatuhnya Sampah Antariksa di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Sampah antariksa atau sisa roket Long March 5B milik China yang diluncurkan ke stasiun ruang angkasa China dilaporkan jatuh dilaporkan jatuh ke laut Filipina. Sisa roket juga diketahui melintasi wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat. Beruntung, sampah antariksa yang memiliki berat 20 ton ini jatuh di perairan Samudra Hindia. Namun, sisa pecahannya terkonfirmasi jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat.

"Di Sanggau ditemukan bagian pecahan roket tersebut. Sebagian besar pecahannya jatuh di laut atau hutan yang jauh dari pemukiman," ungkap Peneliti senior BRIN, Thomas Djamaluddin, kepada merdeka.com, Selasa (2/8).

Thomas mengatakan, sampah antariksa umumnya jatuh tak terkendali. Jadi tidak bisa diperkirakan dan diantisipasi. Hal ini karena kerapatan atmosfer belum bisa dimodelkan dengan baik, sehingga laju penurunan orbit tidak bisa dipastikan.

"Tetapi tidak perlu khawatir. Kemungkinan jatuh di kawasan berpenduduk sangat kecil. Alasannya, luas bumi berpenduduk sangat kecil dibandingkan dengan kawasan tidak berpenghuni seperti laut, hutan, dan gurun. Jadi sebagian besar pecahan sampah antariksa jatuh di laut, hutan, atau gurun," jelas dia.

Sampah yang jatuh dengan ketinggian 120 km itu di Samudra Hindia, tidak berbahaya bagi biota laut. Lokasi jatuhnya sampah luar angkasa itu, dipantau space-track.org menunjukkan titik jatuh di barat daya Indonesia. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel