INFOGRAFIS: Kekuatan Ekonomi Indonesia Dibanding Negara Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - Tahun depan disebut-sebut akan memasuki fase gelap. Dunia dibayangi ancaman resesi ekonomi akibat ketidakpastian global. Kondisi hari ini, negara-negara maju masih berjuang menekan tingginya inflasi sebagai akibat krisis energi dan pangan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada 28 negara yang masuk dalam antrean mendapatkan pinjaman dan keringanan dari Dana Moneter (IMF) untuk menghadapi resesi ekonomi. Indonesia harus berhati-hati menjaga ekonomi. Agar tidak masuk antrean 'pasien' IMF.

Pemerintah memastikan ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Jauh dari resesi ekonomi. Kedisiplinan dalam mengelola kebijakan fiskal terbukti mampu mengantarkan Indonesia yang sempat terpuruk akibat Pandemi. Ini membuat Indonesia menjadi negara yang berdaya tahan (resilien) dalam menghadapi krisis pandemi dan gejolak global.

"Pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter ini sejak lama prudent dan konservatif. Kebijakan fiskal kita disiplin, defisit kita di bawah 3 persen dari PDB dan utang kita di bawah 30 persen dari PDB," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu.

Dibanding negara lain, indikator ekonomi Indonesia juga tergolong baik. Ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh sebesar 5,44 secara year on year (yoy) menjadi sinyal kuat akan prospek cerah.

Inflasi masih terjaga di bawah 6 persen. Ekonomi Indonesia ditopang kontribusi konsumsi domestik yang besar, keyakinan konsumen dan penjualan ritel, angka pengangguran yang menurun, serta pertumbuhan kredit yang terus meningkat hingga mencapai 10,3 persen di bulan Juni 2022. [noe]