Informasi dan Penjelasan Appraisal Sebagai Taksiran Nilai Properti

·Bacaan 6 menit
Informasi dan Penjelasan Appraisal Sebagai Taksiran Nilai Properti
Informasi dan Penjelasan Appraisal Sebagai Taksiran Nilai Properti

RumahCom – Mau punya rumah tahun ini? Jika Anda menempuh jalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), appraisal adalah salah satu komponen yang harus Anda pahami. Anda mungkin sedang mempertimbangkan untuk memiliki sebuah rumah dengan cara pembelian mencicil KPR. Mungkin beberapa orang mampu melakukannya dengan membayar kontan. Akan tetapi sebagian besar dari Anda harus melalui produk KPR (kredit pemilikan rumah) yang disediakan oleh bank untuk dapat membeli aset tersebut. Untuk mendapatkannya, Anda harus melalui proses appraisal.

Proses appraisal biasanya dilakukan oleh pihak bank dengan menggunakan jasa dari pihak ketiga, yaitu agensi yang melakukan survey penilaian terhadap rumah yang akan dijadikan jaminan produk KPR. Semakin bagus appraisalnya, maka akan semakin tinggi pula dana yang akan Anda dapatkan. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan appraisal? Cari tahu lebih banyak dengan menyimak appraisal berikut ini.

  1. Appraisal Adalah Taksiran Nilai Properti

    • Pengertian Appraisal

    • Tujuan Dilakukan Appraisal

  2. Cara Melakukan Appraisal Bank

    • Persyaratan yang Harus Dilengkapi

    • Cara Melakukan Appraisal Bank

  3. Cara meningkatkan Nilai Appraisal Rumah Agar Tinggi

  4. Biaya Appraisal Rumah

1. Appraisal Adalah Taksiran Nilai Properti

Nilai properti dihitung sebelum pemberian KPR(Foto: Gabby K/Pexels)
Nilai properti dihitung sebelum pemberian KPR(Foto: Gabby K/Pexels)

Nilai properti dihitung sebelum pemberian KPR(Foto: Gabby K/Pexels)

Umumnya, istilah appraisal berkaitan dengan kredit multiguna maupun KPR. Appraisal adalah penaksiran, pemberian angka, serta penilaian dari hasil penganalisisan terhadap sesuatu yang nyata.

1) Pengertian Appraisal

Seperti yang dikutip Discover, proses appraisal adalah proses yang juga dilakukan dengan menaksir kondisi bangunan untuk menilai harga rumah yang Anda miliki. Salah satu cara yang banyak dilakukan orang untuk menerka nilainya adalah dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang terlampir pada slip Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Perlu diketahui, banyak kasus NJOP yang tidak sesuai dengan nilai dari rumah itu.

Karena NJOP tidak bisa digunakan menjadi ukuran, maka ada dua pendekatan yang dapat dijadikan acuan dalam penilaian, yaitu pendekatan harga pasar dan pendekatan biaya. Pendekatan harga pasar digunakan broker atau petugas analisis bank untuk menilai harga rumah dengan membandingkannya dengan harga rumah lain, yang spesifikasinya serupa dengan rumah Anda. Sedangkan, penilaian rumah menggunakan pendekatan biaya didapat dengan rumus menjumlah harga tanah dan nilai bangunan, ditambah dengan fasilitasnya.

2) Tujuan Dilakukan Appraisal

Appraisal merupakan hal yang wajib jika Anda menempuh jalur KPR untuk mempunyai rumah. Appraisal atau penaksiran, pemberian angka serta penilaian dari hasil analisa terhadap bentuk properti yang nyata. Appraisal dilakukan oleh pihak bank dan biasanya melibatkan orang ketiga yang ditunjuk langsung oleh pihak bank. Hal ini bertujuan untuk mengecek kebenaran data di lapangan saat disurvei dengan dokumen pengajuan kredit yang Anda ajukan.

Baca juga: 15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah Per Maret 2021

2. Cara Melakukan Appraisal Bank

Pihak bank akan memeriksa secara rinci nilai properti sebelum memutuskan untuk membiayai KPR. (Foto: Sora Shimazaki/Pexels)
Pihak bank akan memeriksa secara rinci nilai properti sebelum memutuskan untuk membiayai KPR. (Foto: Sora Shimazaki/Pexels)

Pihak bank akan memeriksa secara rinci nilai properti sebelum memutuskan untuk membiayai KPR. (Foto: Sora Shimazaki/Pexels)

Jika berkaitan dengan bank, appraisal adalah penilaian yang dilakukan oleh pihak bank dan biasanya menggunakan orang ketiga yang ditunjuk langsung oleh pihak bank. Hal ini dimaksudkan untuk mengecek data yang sebenarnya antara dokumen pengajuan kredit yang diajukan dengan fakta yang ada di lapangan.

1) Persyaratan yang Harus Dilengkapi

Beberapa syarat yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses pengajuan KPR dan appraisal adalah sebagai berikut.

  • Salinan identitas diri (KTP, SIM, Paspor dan sejenisnya)

  • Salinan akta nikah (bagi yang telah menikah)

  • Salinan Kartu Keluarga

  • Salinan buku tabungan

  • Salinan slip gaji tiga bulan terakhir

  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

  • Rekening listrik

  • Rekening telepon

  • Jaminan (sertifikat hak milik).

Setelah semua persyaratan dokumen dipenuhi, Anda dapat membawanya ke bank pilihan Anda. Dari situlah, bank akan meneliti dan mensurvei nilai jaminan.

2) Cara Melakukan Appraisal Bank

Mengajukan pinjaman ke bank dengan jaminan rumah sudah pasti memperbesar kesempatan Anda dalam memperoleh pinjaman dari bank. Hal ini dikarenakan rumah merupakan aset kekayaan yang dapat menjamin pinjaman kredit. Namun, sebelum mengajukan kredit, sebaiknya Anda mencari tahu mengenai pilihan bank yang tepat. Anda juga harus mencari tahu besaran bunga yang diberikan bank, apakah sesuai dengan kemampuan Anda membayar kredit?

Soal bunga, biasanya bank menetapkan bunga pada kisaran 9-14 persen untuk pinjaman satu hingga dua tahun pertama dengan suku bunga tetap. Selanjutnya, hal itu akan berupa suku bunga mengambang atau floating rate. Floating rate adalah suku bunga yang lebih berisiko karena faktor fluktuasi pada suku bunga pasar. Lalu apa keuntungan mengajukan pinjaman dengan agunan rumah?

Bunga yang dikenakan oleh bank lebih kecil. Adanya agunan rumah dapat membuat besaran pinjaman menjadi lebih maksimal. Cari tahu juga mengenai harga pasaran rumah dengan spesifikasi serupa di lingkungan Anda. Lalu, berikan hasil riset Anda kepada bank. Tak hanya menambah pengetahuan tentang harga pasaran rumah Anda, hal ini juga akan mencegah bank memberi harga atau penilaian lebih rendah dari harga pasaran.

Cara Menghitung Bunga KPR
Cara Menghitung Bunga KPR

Mengajukan KPR dan Mengatur Cicilan

Cara Menghitung Bunga KPR

3. Cara meningkatkan Nilai Appraisal Rumah Agar Tinggi

Renovasi akan meningkatkan nilai rumah secara drastis. (Foto: Pixabay)
Renovasi akan meningkatkan nilai rumah secara drastis. (Foto: Pixabay)

Renovasi akan meningkatkan nilai rumah secara drastis. (Foto: Pixabay)

Agar rumah taksiran bisa mendapatkan nilai tinggi, perlu beberapa hal penunjang yang dapat Anda lakukan. Berikut beberapa cara efektif untuk meningkatkan nilai appraisal rumah:

  • Nilai appraisal adalah sesuatu yang bisa Anda tingkatkan. Agar nilainya rumah Anda tinggi, Anda bisa melakukan renovasi.

  • Sebenarnya tidak perlu melakukan renovasi besar-besaran, Anda cukup memolesnya sedikit agar rumah terlihat lebih rapi dan cantik. Dikutip dari Interest, pastikan pihak pemberi mengetahui adanya renovasi tersebut.

  • Selain merenovasi rumah, tambahkan juga fungsi komersial pada bangunan rumah Anda. Perubahan fungsi komersial, misalnya ada warung, mungkin tidak akan mempengaruhi nilainya.

  • Namun, kalau Anda ingin meningkatkan nilainya, tidak ada salahnya untuk mencoba hal ini. Adanya fungsi komersial membuat bank mempertimbangkan kemampuan Anda dalam hal membayar angsuran.

  • Nilai juga dapat meningkat jika properti Anda terletak di lokasi yang sesuai dan jelas menguntungkan. Mungkin Anda bisa mempertimbangkan rekomendasi properti di wilayah Jakarta Selatan dengan harga Rp600an juta.

Tip Rumah

Jika rumah Anda rawan banjir, berada di dekat tempat pembuangan sampah atau berada di dalam rencana pembangunan tata kota, hal ini jelas bermasalah bagi pihak bank. Jika rumah berada di dalam kondisi tersebut, sebaiknya Anda berpikir ulang, karena kemungkinan besar bank tidak akan menyetujui permintaan Anda.

4. Biaya Appraisal Rumah

Sebelum memulai KPR banyak biaya yang perlu Anda siapkan. (Foto: Andrew Wilus/Pexels)
Sebelum memulai KPR banyak biaya yang perlu Anda siapkan. (Foto: Andrew Wilus/Pexels)

Sebelum memulai KPR banyak biaya yang perlu Anda siapkan. (Foto: Andrew Wilus/Pexels)

Biaya appraisal berbeda-beda jumlahnya pada setiap bank, biayanya dapat berkisar Rp300 ribu hingga Rp1 juta. Contohnya Bank BCA yang menerapkan biaya appraisal untuk properti <1 miliar sebesar Rp1,1 juta dan >1 miliar sebesar Rp1,5 juta. Bahkan kini pada beberapa bank menawarkan fasilitas ini secara gratis. Pada pengajuan kredit yang proses fase penilaian agunan, biasanya pihak bank menugaskan dua tim, yaitu independen dan internal.

Tim penilai independen biasanya berlabel KJPP atau Kantor Jasa Penilai Publik. KJPP selanjutnya telah bekerjasama secara khusus dengan bank yang membutuhkan jasa penilaian. Penilai independen ini bertugas melakukan penilaian untuk berbagai macam pengajuan aplikasi, seperti Multiguna, Take Over KPR dan Top Up KPR. Penilaiannya yang lebih objektif biasanya membuat biaya yang harus dibayar cukup tinggi.

Tim penilai internal berasal dari karyawan bank penyedia KPR tersebut. Tugas utama tim penilai bank adalah menganalisa harga pasaran agunan menggunakan cara pengukuran dan perbandingan rumah sejenis di satu area yang sama. Penilai internal bisa ditugaskan untuk pengajuan KPR rumah baru ataupun bekas. Biayanya cenderung lebih murah dibandingkan dengan tim independen, tetapi hasil penilaiannya juga seringkali lebih rendah dari harga pasar.

Ada beragam strategi yang menarik untuk dicoba seorang pekerja kontrak agar bisa mendapatkan KPR. Simak video panduannya berikut ini!

Nah, Anda kini sudah paham mengenai appraisal dan kiat-kiat untuk meningkatkan nilainya. Kini Anda bisa mulai menabung untuk mengumpulkan dana untuk mempersiapkan KPR Anda, Pilih jenis KPR yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda. Caranya Anda bisa rajin-rajin membaca informasi terbaru tentang KPR di situs properti seperti Rumah.com. Semoga artikel ini dapat membantu.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya