Informasi Surat Jual Beli Tanah Terlengkap 2021 Beserta Contohnya

·Bacaan 13 menit
Informasi Surat Jual Beli Tanah Terlengkap 2021 Beserta Contohnya
Informasi Surat Jual Beli Tanah Terlengkap 2021 Beserta Contohnya

RumahCom - Surat jual beli tanah adalah salah satu dokumen legal yang wajib dimiliki seseorang atau lembaga dalam proses jual beli tanah. Layaknya Sertifikat Hak Milik (SHM), dokumen ini dibutuhkan sebagai bukti bahwa pemindahan kepemilikan tanah dilakukan secara legal.

Ada beberapa poin penting yang Anda harus perhatikan pada saat hendak menjual atau membeli tanah. Karena jual beli tanah mungkin akan jadi transaksi terbesar dalam hidup Anda, jadi sebaiknya Anda perlu memperhatikannya.

Namun, sebelum membahas lebih lanjut terkait surat jual beli tanah, berikut ini merupakan poin-poin penting yang akan menjadi pembahasan dalam artikel ini. Poin-poin tersebut meliputi pemahaman terkait apa itu surat jual beli tanah dan fungsinya, hingga contoh surat jual beli tanah yang perlu Anda ketahui. Selengkapnya simak daftar di bawah ini.

  1. Mengenal Surat Jual Beli Tanah dan Fungsinya

  2. Memahami Pentingnya Surat Jual Beli Tanah untuk Transaksi Properti

  3. Beberapa Hal yang Terdapat dalam Surat Jual Beli Tanah

    1. Identitas Lengkap Pihak Pertama dan Kedua

    2. Informasi Uang Pertama dan Metode Pembayaran

    3. Pernyataan Mengenai Tanggungan atau Beban Biaya

    4. Pasal Pengikat

  4. Contoh Surat Jual Beli Tanah

    1. Isi Surat Jual Beli Tanah

    2. Draft Surat Jual Beli Tanah

  5. Contoh Surat Kuasa Ahli Waris untuk Jual Beli Rumah dan Tanah

    1. Pengertian Surat Kuasa Ahli Waris

    2. Contoh Surat Kuasa Ahli Waris

1. Mengenal Surat Jual Beli Tanah dan Fungsinya

Surat Kuasa Ahli Waris Foto Utama
Surat Kuasa Ahli Waris Foto Utama

Surat jual beli tanah menjadi bukti legal terhadap transaksi jual beli tanah. (Foto: Pexels.com)

Anda berencana untuk melakukan transaksi jual beli tanah? Saat melakukan transaksi ini, harap diperhatikan surat jual beli tanah yang nantinya Anda miliki adalah dokumen yang valid dan legal. Secara umum, surat jual beli tanah adalah dokumen yang memuat bukti transaksi atau perpindahan kepemilikan tanah yang dilakukan oleh pihak pemilik tanah dan pihak yang membeli tanah.

Dokumen surat jual beli tanah diakui legalitasnya sebagai bukti transaksi jual beli tanah. Hal-hal yang dimuat dalam surat jual beli tanah biasanya mencakup detail objek tanah yang diperjual belikan, informasi identitas penjual dan pembeli tanah, hingga pasal-pasal yang mengikat terkait hak dan kewajiban dari penjual dan pembeli tanah.

Kemudian untuk fungsi dari surat jual beli tanah adalah menjamin keamanan dalam transaksi jual beli tanah. Selain itu, fungsi lain dari surat jual beli tanah adalah sebagai bukti yang mengikat akan peralihan kepemilikan tanah dari pihak penjual kepada pihak pembeli.

2. Memahami Pentingnya Surat Jual Beli Tanah untuk Transaksi Properti

Surat jual beli tanah memiliki peranan penting dalam legalitas status kepemilikan tanah.. (Foto: Pexels.com)
Surat jual beli tanah memiliki peranan penting dalam legalitas status kepemilikan tanah.. (Foto: Pexels.com)

Surat jual beli tanah memiliki peranan penting dalam legalitas status kepemilikan tanah.. (Foto: Pexels.com)

Seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, surat jual beli tanah memiliki peranan yang penting bagi bukti kepemilikan atau transaksi jual beli tanah. Dengan adanya surat jual beli tanah, Anda dapat memastikan kepemilikan tanahnya, apakah benar sebagai hak milik orang yang akan menjualnya, tanah warisan, dan lain sebagainya.

Bukan apa-apa, banyak kasus yang terjadi, setelah suatu bidang tanah atau properti dibeli, akan tetapi di kemudian hari, terdapat pihak lain yang mengaku akan kepemilikan tanah tersebut. Baik mengaku sebagai hak waris yang kemudian berujung dengan sengketa. Jadi, contohnya jika Anda berencana untuk membeli rumah Rp700 juta di Cikarang, pastikan legalitas status rumah tersebut dan sertakan surat jual beli tanah untuk memastikan keamanan transaksi jual beli properti tersebut.

3. Beberapa Hal yang Terdapat dalam Surat Jual Beli Tanah

Surat jual beli tanah memuat informasi identitas detail kedua belah pihak yang melakukan transaksi. (Foto: Pexels.com)
Surat jual beli tanah memuat informasi identitas detail kedua belah pihak yang melakukan transaksi. (Foto: Pexels.com)

Surat jual beli tanah memuat informasi identitas detail kedua belah pihak yang melakukan transaksi. (Foto: Pexels.com)

Dalam surat jual beli tanah, ada beberapa komponen utama yang wajib disertakan dalam dokumen perjanjian tersebut. Komponen yang dimaksud seperti identitas pihak penjual dan pembeli, serta objek tanah yang diperjual belikan.

Informasi-informasi di atas sangat penting untuk dicantumkan agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Selain itu, terdapat komponen yang menjelaskan hak dan kewajiban dari penjual dan pembeli yang sifatnya mengikat dan wajib ditaati. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah penjelasan dari komponen utama yang wajib ada di dalam surat jual beli tanah.

1) Identitas Lengkap Pihak Pertama dan Kedua

Identitas lengkap pihak pertama dan kedua pada surat jual beli tanah adalah salah satu informasi yang paling penting dalam surat jual beli tanah. Pihak pertama biasanya adalah pemilik tanah awal yang akan menjual tanahnya. Sedangkan pihak kedua adalah pembeli yang nantinya adalah pemilik tanah setelah transaksi jual beli selesai.

Selain nama lengkap, identitas lain yang perlu dicantumkan meliputi nomor identitas kependudukan, alamat, tempat tanggal lahir, hingga pekerjaan. Informasi tersebut adalah informasi-informasi dasar yang dapat memvalidasi identitas individu yang melakukan transaksi.

2) Informasi Uang Pertama dan Metode Pembayaran

Komponen informasi selanjutnya adalah informasi detail pembayaran uang pertama atau DP dan metode pembayaran. Uang pertama biasanya diperlukan sebagai penanda jadi bahwa pembeli serius untuk melakukan transaksi jual beli. Informasi ini wajib tertera dalam surat jual beli tanah agar diketahui, berapa kekurangan biaya yang nantinya wajib dibayarkan pembeli.

Selain itu, metode pembayaran juga wajib dimasukkan baik itu dibayar secara tunai dan lunas, atau melalui cicilan. Jika metode pembayaran dilakukan secara cicil, tuliskan tenggat waktu pembayaran hingga besaran cicilan yang dibayarkan setiap tanggal yang disepakati. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik
Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum, dan Pajak Properti

Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik

3) Pernyataan Mengenai Tanggungan atau Beban Biaya

Dalam proses jual beli tanah, biasanya akan terdapat biaya-biaya yang akan dibebankan atau ditanggung oleh pembeli atau pihak kedua. Informasi pernyataan terkait beban biaya dan tanggungan wajib dimasukkan agar terdapat kejelasan siapa yang wajib menanggung biasa tersebut.

Biaya-biaya tersebut meliputi biaya balik nama, iuran, pajak dan biaya lainnya. Kewajiban akan biaya tersebut biasanya akan masuk dalam pasal-salah pengikat yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya.

4) Pasal Pengikat

Komponen terakhir yang paling penting adalah informasi pasal-pasal yang akan mengikat kedua belah pihak dalam proses transaksi jual beli tanah. Pasal pengikat tersebut memiliki status hukum yang mengikat sehingga siapapun yang berkewajiban, wajib untuk mematuhinya.

Beberapa pasal pengikat dalam surat jual beli tanah meliputi harga dan metode pembayaran, jaminan dan sanksi, pajak dan iuran, hingga penyelesaian masalah apabila dikemudian hari timbul konflik atas jual beli tanah tersebut.

Tip Rumah

Agar transaksi jual beli lebih aman, lakukan transaksi di depan saksi atau lembaga hukum yang legal seperti PPATK

4. Contoh Surat Jual Beli Tanah

Surat jual beli tanah memuat pasal-pasal yang saling mengikat kedua belah pihak. (Foto: Pexels.com)
Surat jual beli tanah memuat pasal-pasal yang saling mengikat kedua belah pihak. (Foto: Pexels.com)

Surat jual beli tanah memuat pasal-pasal yang saling mengikat kedua belah pihak. (Foto: Pexels.com)

Dibawah ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat surat jual beli tanah beserta contohnya. Anda bisa mengikuti panduan di bawah ini dan dapat disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan. Berikut ini contoh surat jual beli tanah yang mungkin bisa menjadi referensi bagi Anda.

a. Isi Surat Jual Beli Tanah

Secara teknis dalam surat jual beli tanah, meliputi komponen-komponen utama yang wajib tercantum dalam surat jual beli tanah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Isi surat jual beli tanah meliputi.

  1. Identitas lengkap para pihak (penjual dan pembeli) dan kedudukannya dalam transaksi jual beli tanah.

  2. Deskripsi atau gambaran tanah yang meliputi:

    • Letak tanah dalam bentuk alamat

    • Luas tanah dalam bentuk meter persegi

    • Batas tanah (empat arah penjuru angin)

    • Status kepemilikan

    • Nomor surat tanah

    • Harga tanah sesuai kesepakatan

  3. Pencantuman jaminan dan identitas saksi

  4. Cara dan batas waktu pembayaran

  5. Kesepakatan penyelesaian masalah jika terjadi perselisihan

Jika diperlukan, Anda juga bisa menambahkan pasal-pasal lainnya sesuai kesepakatan kedua belah pihak seperti misalnya soal biaya balik nama. Seperti dilansir dari Tirto, berikut biaya-biaya yang harus dikeluarkan saat balik nama.

Biaya Balik Nama Sertifikat tanah

Detil Penjelasan

Jasa honorarium PPAT (termasuk saksi),

Nilai bervariasi berdasarkan PPAT dan tidak boleh lebih dari 1% dari harga transaksi di AJB

BPHTB 5% dari harga jual

Pajak yang dibayarkan pembeli dari harga jual tanah dikurangi NPOPTKP

Biaya pelayanan informasi untuk nilai tanah atau aset properti

Sebesar Rp50.000

Biaya pengecekan sertifikat tanah

Sebesar Rp50.000

Biaya pelayanan balik nama sertifikat di kantor pertanahan.

Perhitungan nilai jual tanah dibagi 1000.

Contoh: Nilai jual tanah Rp500.000.000/1000 = Rp500.000

b. Draf Contoh Surat Jual Beli Tanah

SURAT KETERANGAN JUAL BELI SEBELUM DIAKTAKAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : ……………………………………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : ……………………………………………………………………………………………

Pekerjaan : ……………………………………………………………………………………………

Alamat : ……………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

Nomor KTP : ……………………………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak pertama (penjual).

Nama : ……………………………………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : ……………………………………………………………………………………………

Pekerjaan : ……………………………………………………………………………………………

Alamat : ……………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

Nomor KTP : ……………………………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak kedua (pembeli)

Pada hari ini …………….. tanggal …… (………………………………................) bulan …………. tahun ………… (……………………………………………………................................). Pihak pertama dengan ini meyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual ke pihak kedua dan pihak kedua juga berjanji, menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari pihak pertama berupa:

Sebidang tanah dengan hak ……………………………….. yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah…………… Yang berlokasi di…………….................................(alamat lengkap) dengan ukuran panjang tanah …………..m (……………………………………… meter) lebar ………..m (……………. meter) dengan luas tanah …………….. m2 (…………………… meter persegi) dan untuk selanjutnya disebut dengan Tanah. Dengan batas-batas tanah sebagai berikut:

Sebelah barat : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah timur : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah utara : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah selatan : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual beli tanah di mana syarat dan ketentuannya diatur dalam 10 (sepuluh) pasal, seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1 – HARGA DAN CARA PEMBAYARAN

Jual beli tanah tersebut dilakukan dan disetujui oleh masing-masing pihak dengan harga per meter persegi Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), sehingga keseluruhan harga tanah tersebut adalah: Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), dan akan dibayarkan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama secara (tunai / kredit ) selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (……………………………………………………..) setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Pasal 2 – JAMINAN DAN SAKSI

Pihak Pertama menjamin sepenuhnya bahwa Tanah yang dijualnya adalah milik sah atau hak pihak pertama sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak, bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimana pun juga, dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain.

Jaminan pihak pertama dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi. Kedua orang saksi tersebut adalah:

Nama : …………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………….

Nomor KTP : …………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan : …………………………………………………………………

Selanjutnya disebut sebagai saksi I

Nama : …………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………

...…………………………………………………………………………………………....

Nomor KTP : …………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan : …………………………………………………………..

Selanjutnya disebut sebagai saksi II

Pasal 3 – PENYERAHAN TANAH

Pihak pertama berjanji serta mengikatkan diri untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada pihak kedua selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (…………………………………………………..) setelah pihak kedua melunasi seluruh pembayarannya.

Pasal 4 – STATUS KEPEMILIKAN

Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka tanah tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya beralih dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dengan demikian hak kepemilikan tanah tersebut sepenuhnya menjadi hak milik Pihak Kedua.

Pasal 5 – PEMBALIKNAMAAN KEPEMILIKAN

Pihak pertama wajib membantu pihak kedua dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan hak tanah dan bangunan rumah tersebut dalam hal pengurusan yang menyangkut instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Segala macam biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dibebankan sepenuhnya kepada Pihak Kedua.

Pasal 6 – PAJAK, IURAN, DAN PUNGUTAN

Kedua belah pihak bersepakat bahwa segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan tanah di atas:

Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Pertama.

Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Kedua.

Pasal 7 – MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggal dunianya pihak pertama, atau karena sebab apapun juga. Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti pihak pertama wajib mentaati ketentuan yang tertulis dalam perjanjian ini dan pihak pertama mengikat diri untuk melakukan segala apa yang perlu guna melaksanakan ketentuan ini.

Pasal 8 – HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

Pasal 9 – PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau mufakat maka kedua belah pihak telah sepakat memilih menyelesaikan perkara secara hukum. Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara di …………………………………………………………..

Demikianlah Surat Perjanjan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak di ……………………………… pada Hari ……………… Tanggal …… (..…………………………......) Bulan …………………. Tahun ……… ( …………………………..………………….. ), dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun

PIHAK PERTAMA, ( …………….……………………….. )

PIHAK KEDUA, ( …………….……………………….. )

Saksi-Saksi:

SAKSI PERTAMA, ( …………….……………………….. )

SAKSI KEDUA, ( …………….……………………….. )

Download Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

2. Contoh Surat Kuasa Ahli Waris untuk Jual Beli Rumah dan Tanah

Surat kuasa ahli waris dibuat untuk memberi wewenang pada penerima kuasa untuk melakukan proses jual beli. (Foto: Pexels)
Surat kuasa ahli waris dibuat untuk memberi wewenang pada penerima kuasa untuk melakukan proses jual beli. (Foto: Pexels)

Surat kuasa ahli waris dibuat untuk memberi wewenang pada penerima kuasa untuk melakukan proses jual beli. (Foto: Pexels)

Jika tanah yang dijual merupakan tanah waris, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses jual beli tanah. Salah satu bukti terkait kepemilikan tanah adalah dengan adanya surat kuasa ahli waris. Dengan adanya surat tersebut dapat menghindari sengketa ahli waris.

Dibawah ini akan dijelaskan terkait pengertian surat kuasa ahli waris untuk lebih memahaminya. Selain itu, terdapat contoh surat kuasa ahli waris yang mungkin bisa menjadi referensi Anda jika suatu waktu membutuhkannya.

1) Pengertian Surat Kuasa Ahli Waris

Ahli waris adalah surat kuasa berjenis umum. Hal ini diatur dalam Pasal 1795 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPer). Kuasa umum bertujuan untuk memberi kuasa atau wewenang kepada seseorang untuk mengurus kepentingan pemberi kuasa.

Dengan begitu, hasil penjualan dapat dibagi ke seluruh ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku, baik secara hukum agama, perdata, maupun adat.

2) Contoh Surat Kuasa Ahli Waris

SURAT KUASA AHLI WARIS

Kami yang bertanda tangan di bawah ini, kami para ahli waris dari Almarhum ______________ :

1. Nama lengkap : ______________________________

Nomor KTP : ______________________________

Tempat, tanggal lahir : ______________________________

Pekerjaan : ______________________________

Hubungan dengan Almarhum : (Bisa diisi dengan anak kandung, saudara kandung, dll.)

Alamat lengkap : ______________________________

2. Nama lengkap : ______________________________

Nomor KTP : ______________________________

Tempat, tanggal lahir : ______________________________

Pekerjaan : ______________________________

Hubungan dengan Almarhum : (Bisa diisi dengan anak kandung, saudara kandung, dll.)

Alamat lengkap : ______________________________

3. Nama lengkap : ______________________________

Nomor KTP : ______________________________

Tempat, tanggal lahir : ______________________________

Pekerjaan : ______________________________

Hubungan dengan Almarhum : (Bisa diisi dengan anak kandung, saudara kandung, dll.)

Alamat lengkap : ______________________________

Selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa

Dengan ini memberikan KUASA kepada:

Nama lengkap : _____________________________

Nomor KTP : _____________________________

Tempat, tanggal lahir : _____________________________

Hubungan dengan pemberi kuasa : (Bisa diisi dengan anak kandung, saudara kandung, dll.)

Pekerjaan : _____________________________

Alamat lengkap : _____________________________

Yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa

Kami sebagai pemberi kuasa menyatakan memberikan kuasa atau wewenang kepada penerima kuasa untuk mengurus penjualan harta waris peninggalan Almarhum ____________________ yang meninggal pada tanggal ____________.

Adapun harta peninggalan yang dimaksud berupa:

Sebidang tanah dan rumah yang berdiri di atasnya dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor ___________ atas nama ____________.

Luas tanah adalah ___________ meter persegi sementara rumah yang berdiri di atasnya seluas ___________ meter persegi.

Tanah dan rumah tersebut berlokasi di _________________ (isi dengan alamat jelas).

Adapun batas-batas tanah dan rumah tersebut adalah di sebelah barat adalah _____________, sebelah timur adalah __________, sebelah utara adalah _____________, dan di sebelah selatan adalah _____________.

Kami juga memberikan kuasa kepada penerima kuasa untuk menandatangani Akta Jual Beli Tanah, menerima uang pembayaran, membuat tanda bukti pembayaran (kuitansi), melakukan tindakan hukum dengan pihak ketiga sehubungan dengan harta warisan, serta melakukan tindakan lain yang dianggap perlu.

Demikian surat kuasa ini kami buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Dibuat di : _________________

Pada tanggal : _________________

Pemberi kuasa : 1. ___________________ (nama lengkap, tanda tangan asli, dan materai asli)

2. ___________________ (nama lengkap, tanda tangan asli, dan materai asli)

3. ___________________ (nama lengkap, tanda tangan asli, dan materai asli)

Penerima kuasa : ____________________ (nama lengkap, tanda tangan asli, dan materai asli)

Saksi : 1. ___________________ (nama lengkap dan tanda tangan asli)

2. ___________________ (nama lengkap dan tanda tangan asli)

Mengetahui,

Lurah Desa Camat Kecamatan

_____________________ _________________________

(nama lengkap dan stempel resmi) (nama lengkap dan stempel resmi)

Download surat kuasa ahli waris di sini

Manfaat surat perjanjian jual beli tanah ini bukan hanya dapat melindungi Anda sebagai pembeli dari tindak penipuan saja, tapi juga jika Anda bertindak sebagai penjual. Intinya surat perjanjian jual beli tanah ini dapat mengantisipasi jika salah satu pihak melakukan wanprestasi (ingkar janji).

Sengketa tanah bisa mudah diatasi dengan tips lengkap di video berikut ini!

Temukan lebih banyak panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya