Ingat, Banjir Rob Lebih Berisiko Merusak Mobil

Pius Yosep Mali

VIVA – Meski hujan mulai jarang terjadi, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya banjir. Ya, genangan tersebut bukan berasal dari air hujan, melainkan akibat naiknya permukaan air laut atau dikenal sebagai banjir rob.

Pada akhir pekan kemarin, tiga Kelurahan di Jakarta Utara tergenang banjir rob, yakni  Kelurahan Pluit, Kelurahan Tegal Alur dan Kelurahan Pulau Kelapa. Ketinggi air laut yang menggenang di daratan mulai dari 10 - 30 sentimeter.

Tak hanya itu, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penaggulan Bencana (BNPB) mencatat, banyak daerah yang berada di pesisir Pulau Jawa khusunya daerah Jawa Tengah mengalami bencana banjir rob.

Kondisi demikian tentunya harus menjadi perhatian masyarakat, terutama pemilik mobil. Sebab, jalanan yang tergenang banjir rob itu berpotensi merusak kendaraan yang terendam, maupun hanya sekadar melintasinya saja.

Baca juga: Wujud Asli Mobil Yaris Versi Jangkung Mulai Terungkap

"Ya banjir rob itu air laut, artinya resiko karat pasti lebih cepat terjadi," ujar Didi Ahadi  selaku Dealer Technical Support Departement Head PT Toyota Astra Motor, dihubungi VIVA Otomotif, Senin 8 Juni 2020.

Sementara itu, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi mengatakan, seperti kondisi banjir pada umumnya, kerusakan mobil akibat rob tergantung pada ketinggian air dan kondisi mobil tersebut.

Bedanya, kata Bambang, jika banjir setelah hujan hanya berupa air dan kotoran saja, maka pada jalanan yang terkena banjir rob mengandung kadar air garam yang tinggi dan berpotensi merusak berbagai komponen, terutama di sektor kolong kendaraan.

"Banjir rob bisa mengakibatkan kerusakan pada system electrikal (ECU, junction block, relay, dan lainnya). Selain itu, ada potensi membuat keropos pada bodi, termasuk under carriage. Untuk komponen drive train tergantung tinggi genangannya," tuturnya.