Ingat! Corona Mengintai Warga yang Berkerumun

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas COVID-19 mencatat belakangan ini banyak warga yang terpapar virus mematikan tersebut lantaran abai protokol kesehatan yakni tidak menjaga jarak. Warga yang kena corona pun diketahui habis berkerumun di suatu tempat dengan jumlah yang cukup banyak.

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, dalam beberapa kali kesempatan menjelaskan, peningkatan jumlah warga yang positif Corona paling tinggi sepanjang sejarah setelah masa libur panjang akhir Oktober 2020.

Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, yakni 5 ribu kasus dalam sehari. Segala upaya telah diupayakan pemerintah dalam hal ini Satgas untuk selalu mengingatkan warga supaya selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Berikut data yang dikumpulkan VIVA terkait jumlah penambahan warga yang terinfeksi virus corona akibat berkerumun, di antaranya:

1. Long weekend

Doni menjelaskan, libur panjang yang baru saja berlalu ini menyisakan sejumlah kasus yang terjadi terutama di kota-kota besar. Ada 5.272 kasus dalam sehari. Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menambahkan, memang ada keterlambatan pencatatan data karena long weekend akhir Oktober kemarin. Keterlambatan pencatatan data ini diharapkan segera rampung.

"Jadi, kalau kami lihat untuk menambahkan jawaban Bapak Doni Monardo bahwa selama libur panjang terlihat bahwa jumlah kasus menurun, begitu juga laporan tentang pemeriksaan kasus sampel juga menurun. Dan rupanya perlu waktu lebih dari satu minggu untuk me-recover pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dan akhirnya masuk dalam pencatatan sehingga terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan pada dua hari terakhir ini," Wiku menambahkan.

Meski lonjakan ini diduga berasal dari sana, Satgas meminta masyarakat untuk tetap waspada. Artinya, masyarakat diminta jangan terlena dan seenaknya tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 lagi.

2. Jemaah Habib Rizieq

Doni menambahkan, untuk kasus yang terjadi di Petamburan dan Megamendung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan swab terhadap jemaah Imam Besar FPI, Habib Rizieq. Dari situ diketahui jika ada puluhan orang yang kena.

Ada tujuh orang positif Corona, termasuk lurah Petamburan, pada Kamis, 19 November 2020. Sementara itu, data Jumat sore 20 November 2020, hasil swab antigen untuk klaster Megamendung diperiksa 559 orang, yang positif 20 orang.

Untuk itu, Doni berharap kerja sama semua komponen masyarakat di berbagai daerah, terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten khususnya para ketua RT dan ketua RW untuk menyampaikan pesan kepada keluarga yang kemarin ikut beraktivitas, mulai dari penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta.

3. Tes PCR

Doni Monardo mengimbau agar masyarakat segera mendaftarkan diri ke RT/RW di wilayahnya untuk mendapatkan tes PCR tersebut secara gratis. Khususnya yang tinggal di sekitar wilayah Tebet, Jakarta Selatan dan Petamburan, Jakarta Pusat serta Megamendung, Bogor, Jawa Barat untuk segera melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) menyusul sejumlah kasus positif di wilayah tersebut.

“Kami telah menyebarkan rapid test swab antigen sebanyak 2.500 unit kepada Puskesmas yang wilayahnya berpotensi terjadi peningkatan kasus seperti di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. RT dan RW di Tebet, Petamburan dan Megamendung dapat berkoordinasi dengan Puskesmas tersebut agar masyarakatnya segera mendapatkan Tes PCR dengan gratis," ujar Doni dalam keterangan tertulis, Jumat, 20 November 2020.