Ingatkan Keselamatan Pengguna Jalan, Menhub Budi: 73 Persen Kecelakaan Libatkan Motor

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia Mahfud MD didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mensosialisasikan kampanye keselamatan jalan (road safety campaign) tahun 2022.

Ketiga menteri mengingatkan para pengendara kendaraan bermotor, khususnya roda dua (sepeda motor), untuk memperhatikan aspek keselamatan dalam berkendara. Sebab, mayoritas kecelakaan di jalan melibatkan pengendara sepeda motor.

"Road safety campaign sangat penting bagi kita semua karena nyawa manusia yang terbunuh di jalan karena kecelakaan lalu lintas itu jauh lebih banyak dari korban COVID-19, dan jauh di atas rata-rata penyakit lain," kata Menko Mahfud.

Menhub Budi Karya mengatakan, sekitar 73 persen kecelakaan di jalan melibatkan sepeda motor. "Mayoritas yang mengalami kecelakaan adalah generasi muda," kata Menhub Budi.

Penyebab Angka Kecelakaan Sepeda Motor Tertinggi

kecelakaan sepeda motor tertinggi
kecelakaan sepeda motor tertinggi.jpg

Menhub mengungkapkan, tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor terjadi karena kurangnya kesadaran pengguna sepeda motor akan keselamatan. Khususnya terkait penggunaan helm, cara berkendara yang berkeselamatan (mengatur batas kecepatan dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara), kelengkapan SIM dan STNK, memastikan kondisi motor dalam keadaan laik, dan aspek lainnya.

Maka dari itu, lanjut Menhub Budi, perlu dilakukan pelatihan keselamatan berkendara/safety riding secara berkelanjutan. "Ada empat prinsip yang harus dipegang saat berkendara yaitu alertness atau Kewaspadaan, awareness atau kesadaran, attitude atau perilaku, serta anticipation atau antisipasi," ujarnya.

Data Korlantas Polri menyebutkan pada 2021, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 103.645 kasus. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan data 2020 yang sebanyak 100.028 kasus.

Tercatat sebanyak korban meninggal dunia sebanyak 25.266 korban jiwa, luka berat berjumlah 10.553 orang, luka ringan berjumlah 117.913 orang, dengan kerugian materi mencapai Rp 246 miliar. [bim]