Inggris Berlakukan Lockdown Kedua Hari ini

Renne R.A Kawilarang, BBC Indonesia
·Bacaan 5 menit

Karantina wilayah atau lockdown kedua mulai berlaku secara nasional di Inggris selama empat pekan. Masyarakat diminta tetap di rumah dan toko-toko yang tidak penting, pub, serta pusat kebugaran diperintahkan untuk ditutup.

Aturan baru ini melarang orang-orang yang tinggal serumah untuk berinteraksi di dalam satu ruangan atau di areal taman pribadi, kecuali dilindungi semacam penyekat atau pembatas khusus.

Kepolisian Inggris memperingatkan apabila warga melanggar aturan itu secara "berlebihan" akan didenda maksimal.

`Lockdown` "akan berakhir otomatis" pada 2 Desember, kata PM Boris Johnson.

Pada Rabu (04/11), para anggota parlemen Inggris mendukung kebijakan karantina baru yang bertujuan mencegah lonjakan kasus virus corona.

Karantina nasional kedua di Inggris
Seorang karyawan sebuah bar di pusat kota Bristol, Inggris, menutup pintu setelah karantina mulai berlaku.

Karantina ini, yang mulai berlaku Kamis (05/11) dini hari, menggantikan tiga tingkatan pembatasan regional yang sebelumnya diberlakukan di seluruh wilayah Inggris.

Para anggota parlemen akan memberikan suara tentang langkah lanjutan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus sebelum masa berlaku karantina ini berakhir pada 2 Desember.

Johnson mengatakan kepada anggota parlemen bahwa karantina kedua "bukanlah hal yang ingin kami lakukan".

Dia bersikukuh bahwa karantina ini merupakan "jalan terbaik dan paling aman bagi negara kita".

Rabu lalu, Inggris mencatat 492 kasus kematian akibat virus korona - angka harian tertinggi sejak 19 Mei - dan 25.177 kasus positif yang terkonfirmasi.

Di bawah aturan karantina baru, masyarakat Inggris harus tinggal di rumah kecuali untuk alasan tertentu yang mendesak, seperti pendidikan dan pekerjaan (jika tidak dapat dilakukan dari rumah).

Semua peritel, tempat rekreasi, dan sarana hiburan yang tidak penting harus ditutup, dan pub dan restoran diminta untuk tutup kecuali pesanan untuk dibawa pulang.

Martin Hewitt, Kepala Dewan Kepolisian Nasional Inggris, memperingatkan bagi mereka yang melanggar secara "berlebihan" atas kebijakan itu akan didenda maksimal.

"Semua memiliki tanggung jawab untuk memahami aturan dan sekaligus mematuhinya," katanya.

Dia menambahkan orang-orang yang mengabaikan aturan tersebut "melanggar hukum dan membahayakan nyawa orang lain".

Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak, akan membuat pernyataan di Majelis Rendah Parlemen pada Kamis (05/11) malam, untuk menguraikan dukungan ekonomi yang tersedia untuk menyokong dunia bisnis dan lapangan pekerjaan selama karantina.

Para konsumen di Inggris berbondong-bondong menuju toko-toko untuk belanja bahan-bahan pokok pada menit-menit terakhir pada hari Rabu (04/11).

Sejumlah pengecer memperpanjang jam buka untuk mengatasi permintaan yang sangat besar.

Tidak seperti karantina pertama pada Maret lalu, sekolah dan universitas akan tetap dibuka, dan masyarakat dapat bertemu orang lain yang tidak tinggal bersama di tempat umum yang terbuka seperti taman atau pantai.

Aturan itu menyebutkan warga tidak dapat berinteraksi dengan siapa pun yang tidak tinggal bersama di dalam ruangan atau di taman pribadi.

Karantina nasional kedua di Inggris
Karantina nasional kedua di Inggris

Seperti apa panduan bagi siswa dan staf sekolah menengah?

Panduan baru yang dikeluarkan Departemen Pendidikan menyebutkan orang-orang dewasa dan anak-anak berusia 11 tahun ke atas harus mengenakan masker saat bergerak di sekitar sekolah, di luar ruang kelas atau ruang aktivitas, "di mana jarak sosial tidak dapat dengan mudah dipertahankan".

Sekolah-sekolah harus bekerja ekstra keras untuk menerapkan pedoman tersebut secepat mungkin, kata departemen itu, tetapi mereka diberi kesempatan hingga Senin 9 November apabila mereka memerlukan waktu tambahan.

Sampai sejauh ini, persyaratan ini hanya berlaku bagi sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di wilayah dengan tingkat kewaspadaan Covid-19 yang "tinggi" atau "sangat tinggi".

Selain itu, para staf sekolah atau perguruan tinggi yang bermasalah serius dengan kesehatannya, dilarang masuk sekolah, jelas pedoman tersebut.

Paul Whiteman, Sekjen Serikat Kepala Sekolah, NAHT, mengatakan beberapa sekolah kemungkinan sulit untuk tetap melangsungkan kegiatannya jika ada sejumlah guru rentan yang tinggal di rumah.

Mereka yang paling berisiko disarankan tinggal di rumah

Masyarakat yang secara klinis sangat rentan di Inggris sangat disarankan untuk tidak pergi bekerja di luar rumah selama karantina.

Dalam panduan pemerintah terbaru yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan, mereka yang paling berisiko terpapar Covid-19 disarankan keluar rumah hanya untuk olah raga dan terkait pemeriksaan kesehatan.

Warga dengan penyakit ginjal kronis stadium lima, mereka yang sedang menjalani prosedur cuci darah (dialisis) dan orang dewasa dengan down syndrome juga disarankan untuk mengikuti saran tersebut.

Sejumlah yayasan nirlaba yang mendukung kelompok-kelompok rentan itu, termasuk Asthma UK dan the British Lung Foundation, mengatakan bahwa pedoman seperti itu merupakan "langkah maju".

`Bencana medis nasional`

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan karantina nasional kedua di Inggris mulai Kamis (05/11) dan berakhir tanggal 2 Desember, di tengah kasus positif virus corona mencapai lebih dari satu juta.

Johnson mengatakan langkah karantina ini penting untuk mencegah "bencana medis dan moral" dengan jasa kesehatan Inggris, National Health Service, NHS, bisa kewalahan.

Boris Johnson
Boris Johnson

Restoran, pub akan ditutup sementara sekolah-sekolah dan perguruan tinggi diizinkan untuk tetap buka.

Langkah ini diterapkan di tengah adanya satu studi yang menunjukkan jumlah kematian akibat Covid-19 di Inggris diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan puncak pertama.

Dengan karantina ini diharapkan pandemi akan mereda pada seputar Hari Natal.

Natal tahun ini "akan sangat bereda", kata PM Johnson.

"Namun saya berharap dan percaya dengan mengambil langkah keras sekarang, para keluarga dapat berkumpul (saat Natal)," tambahnya.

Angka kematian akibat Covid-19 dapat mencapai lebih dari 4.000 sehari, menurut perkiraan salah satu model.

Data itu didasarkan pada kondisi bila tidak ada langkah yang diambil untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Namun sebagian besar model menunjukkan, kematian dapat mencapai 2.000 sehari.

Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan langkah ini dalam jumpa pers Sabtu (31/10), setelah mengadakan pertemuan kabinet untuk membicarakan perkembangan pandemi.

Inggris mencatat tambahan kasus 21.915 pada Sabtu (31/10), dan jumlah total mencapai 1.011.660.

Jumlah orang meninggal sebanyak 326 dalam waktu 28 hari setelah dites positif.

Inggris negara kesembilan dengan kasus mencapai lebih dari satu juta

Dokumen yang dilihat BBC - bagian dari presentasi pemerintah yang ditunjukkan kepada Boris Johnson, menunjukkan beberapa perkiraan berbeda terkait pandemi.

Semua model memperkirakan jumlah orang yang dirawat akan mencapai puncak pada pertengahan Desember, dan kematian naik paling tidak sampai akhir Desember sebelum turun mulai awal Januari.

Dokumen terpisah yang beredar di pemerintah - berdasarkan model yang dibuat oleh NHS mulai 28 Oktober - menunjukkan bahwa jasa kesehatan tidak akan mampu lagi menerima pasien lebih banyak pada seputar hari Natal, walaupun rumah sakit darurat digunakan.

Inggris adalah negara kesembilan yang mencapai angka kasus satu juta, setelah Amerika Serikat, India, Brasil, Rusia, Prancis, Spanyol, Argentina dan Kolombia.

Jumlah penularan diperkirakan akan lebih tinggi karena kurangnya angka tes pada awal pandemi.