Inggris di luar Brexit, Johnson rombak kabinet

Oleh Elizabeth Piper

LONDON (Reuters) - Perdana Menteri Boris Johnson akan merombak lagi pemerintahannya pada Kamis dengan menunjuk tim yang dia harapkan menyampaikan visinya untuk Inggris di luar Brexit dan menyembuhkan perpecahan baik pada Partai Konservatif maupun negaranya.

Perombakan itu diperkirakan tak akan eksplosif seperti perkiraan sejumlah pengamat, berdasarkan keinginan yang sudah tersampaikan luas penasihat seniornya Dominic Cummings dalam melihat reorganisasi radikal pemerintahan agar sesuai dengan agenda Johnson.

Alih-alih, sebuah sumber di kantornya mengatakan Johnson ingin membina bakat baru, khususnya kalangan wanita, dalam jajaran pemerintahan junior selain juga memberi ganjaran kepada para pendukung setia yang membantunya memenangkan mayoritas besar dalam pemilu tahun lalu.

Untuk saat ini, Johnson diperkirakan tak akan terlalu banyak terganggu.

"Perdana menteri menginginkan perombakan ini demi menetapkan fondasi bagi pemerintah sekarang dan masa depan," kata seorang sumber di kantor Downing Street-nya.

"Dia ingin memajukan generasi talenta yang akan dipromosikan lebih lanjut pada tahun-tahun mendatang. Dia akan memberi penghargaan kepada anggota parlemen yang sudah bekerja keras memenuhi prioritas pemerintah ini guna meningkatkan seluruh negara dan mewujudkan perubahan yang sudah dipilih orang tahun lalu."

Beberapa pejabat Konservatif mengatakan saat ini bukan waktunya transformasi radikal pemerintahan yang banyak orang nantikan. Cummings, yang pernah bekerja dengan Johnson dalam kampanye Brexit di Inggris, sejak lama menginginkan perombakan.

Hal akan mahal, kata mereka, serta mengganggu pada masa ketika Johnson harus tetap berhubungan baik dengan para pemilih yang memberinya mayoritas besar yang banyak ari mereka pendukung tradisional Partai Buruh yang beroposisi di Inggris.

Dia juga ingin meluncurkan negosiasi dagang paralel dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang menurut para pengamat di Brussels dan Washington tidak akan mudah, dan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin dunia dalam KTT perubahan iklim COP26 November nanti.

"Pertanyaan yang akan dia tanyakan kepada mereka adalah, 'apakah Anda jinak?'" kata seorang veteran Konservatif, seraya menambahkan tim Johnson menginginkan pemerintah baru yang bekerja sama guna mencapai tujuannya.

Jadi, alih-alih menggabungkan departemen-departemen, Johnson diharapkan mempromosikan para anggota parlemen dan menteri-menteri yang mendukungnya sebelum pemilu tahun lalu dan yang sesuai dengan agendanya.

Sumber itu mengatakan Johnson diperkirakan akan mempromosikan beberapa wanita seperti Anne-Marie Trevelyan, menteri angkatan bersenjata, Suella Braverman, mantan menteri junior Brexit, dan Gillian Keegan.

Oliver Dowden, seorang menteri di Kantor Kabinet, dan Alok Sharma, menteri pembangunan internasional, juga diperkirakan bakal dipromosikan.


(Laporan Elizabeth Piper; Disunting oleh David Gregorio)