Inggris Kembali Catat Rekor Harian COVID-19 Sebanyak 162.572 Kasus

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, London - Inggris melaporkan rekor tertinggi harian dengan total 162.572 kasus baru COVID-19 pada hari Sabtu 1 Januari 2022, naik dari 160.276 pada hari sebelumnya, data resmi menunjukkan.

Pembaruan harian juga menunjukkan 154 kematian baru akibat virus di Inggris dalam waktu 28 hari setelah tes positif, turun dari 178 pada hari Jumat 31 Desember 2021, demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (2/1/2022).

Data biasanya juga mencakup Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara, tetapi tidak pada hari Sabtu karena perbedaan jadwal pelaporan selama akhir pekan Tahun Baru.

Jumlah harian infeksi yang dikonfirmasi di seluruh Inggris berulang kali memecahkan rekor pada bulan Desember ketika varian Omicron menyebar dengan cepat.

Namun, rawat inap dan kematian tetap pada tingkat yang lebih rendah daripada selama gelombang sebelumnya.

Situasi di Inggris Raya

Orang-orang mengantre mengenakan masker melawan virus corona, di luar teater untuk pertunjukan Les Miserables di London, Selasa (28/12/2021). Inggris kini dilanda lonjakan kasus harian terlebih setelah muncul varian Omicron. (AP Photo/Alastair Grant)
Orang-orang mengantre mengenakan masker melawan virus corona, di luar teater untuk pertunjukan Les Miserables di London, Selasa (28/12/2021). Inggris kini dilanda lonjakan kasus harian terlebih setelah muncul varian Omicron. (AP Photo/Alastair Grant)

Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara semuanya telah memperkenalkan pembatasan seperti penutupan klub malam, aturan jarak sosial di pub dan pembatasan jumlah orang yang diizinkan berkumpul.

Tetapi Inggris, yang menyumbang lebih dari 80 persen populasi Inggris, belum membawa pembatasan apa pun.

Menteri Kesehatan Sajid Javid mengatakan setiap pembatasan baru hanya akan diperkenalkan sebagai "upaya terakhir mutlak".

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel