Inggris Kembangkan Obat Baru COVID-19, Lebih Efektif?

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Di tengah program vaksinasi virus corona di Inggris, para ilmuwan di Inggris diketahui tengah mengembangkan obat baru untuk COVID-19. Obat baru yang dikembangkan itu dipercaya dapat memberikan "kekebalan instan" dari virus corona.

Dilansir dari laman Dailystar, para ahli dari University College Hospitals NHS Trust (UCLH) di London pengobatan antibodi revolusioner mereka, yang dijuluki Storm Chaser, bisa menjadi penyelamat hidup untuk orang di tahap awal infeksi. Namun obat ini tidak efektif bagi mereka yang telah terpapar virus.

Virolog yang bekerja di Storm Chaser, Dr Catherine Houlihan, mengatakan jika pihaknya dapat membuktikan bahwa pengobatan ini berhasil dan mencegah orang yang terpapar virus mengembangkan COVID-19, itu akan menjadi tambahan yang menarik amunisi untuk melawan virus yang mengerikan ini.

Diketahui sudah ada 10 sukarelawan yang telah disuntik dengan perawatan antibodi, yang sedang dikembangkan oleh raksasa farmasi AstraZeneca. Jika uji coba terbukti berhasil, para peneliti yakin uji coba itu dapat memberikan perlindungan dari virus hingga satu tahun.

"Keuntungan obat ini adalah memberi Anda antibodi langsung," kata Dr Houlihan kepada The Guardian.

Di sisi lain, profesor kedokteran di University of East Anglia dan pakar penyakit menular, Paul Hunter, mengatakan bahwa uji coba Storm Chaser berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa.

“Jika Anda menghadapi wabah di pengaturan seperti panti jompo, atau jika Anda memiliki pasien yang sangat berisiko terkena COVID-19 parah, seperti orang tua, ini bisa menyelamatkan banyak nyawa. Asalkan terbukti dalam uji coba fase 3, itu bisa memainkan peran besar dalam menjaga hidup orang-orang yang seharusnya mati. Jadi itu harus menjadi hal yang besar," tutur dia.

Dia mengatakan pengobatan bisa sangat efektif dalam menahan wabah di antara kelompok pasien yang rentan. Dia menjelaskan, jika mengalami wabah di rumah perawatan, Anda mungkin ingin menggunakan jenis campuran antibodi ini untuk mengendalikan wabah sesegera mungkin.

Dengan memberikan obat kepada semua orang di rumah perawatan, penghuni dan staf yang belum divaksinasi.

"Demikian pula, jika tinggal dengan nenek Anda yang sudah tua dan Anda atau orang lain di rumah itu terinfeksi, Anda dapat memberikan ini untuk melindunginya," kata dia.

Perkembangan tersebut memberikan harapan baru yang sangat dibutuhkan. Pada Hari Natal, COVID-19 di Inggris menyebabkan 570 orang meninggal. Jumlah kasus baru yang dilaporkan di Inggris kemarin (25 Desember) lebih dari 31.000.

Di seluruh Inggris, virus telah merenggut setidaknya 86.000 nyawa dan Perdana Menteri Boris Johnson menolak untuk mengesampingkan penguncian nasional penuh. Untuk diketahui, hingga saat ini angka kasus harian COVID-19 di Indonesia juga masih tinggi.

Maka dari itu lakukan pencegahan dengan 3 M, menggunakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta mencuci tangan.