Inggris Kirim Bantuan 1.000 Ventilator ke India Untuk Tangani COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, New Delhi - Inggris akan mengirim 1.000 ventilator lagi ke India, kata pemerintah pada Minggu (2/5), meningkatkan dukungannya ketika sistem perawatan kesehatan India berjuang untuk mengatasi lonjakan besar kasus COVID-19.

India telah melaporkan lebih dari 300.000 kasus harian selama lebih dari 10 hari berturut-turut hingga membuat rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium kewalahan.

Pemerintah Inggris sebelumnya telah menyetujui untuk mengirimkan alat kesehatan, termasuk ventilator dan konsentrator oksigen.

"Dukungan ini akan segera membantu memenuhi beberapa kebutuhan akut India, terutama oksigen untuk pasien," kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab dalam sebuah pernyataan.

"Kami bertekad untuk membantu teman-teman India kami di saat mereka membutuhkan."

Pejabat tinggi kesehatan Inggris juga telah berbicara dengan rekan mereka di India untuk menawarkan nasihat.

Negara lain, termasuk Amerika Serikat, Jerman, dan Pakistan, juga memberikan dukungan karena jumlah infeksi setiap hari di India mencapai 392.488, dengan total kematian lebih dari 215.000.

Bantu Eratkan Hubungan Bilateral

Kerabat dan staf membawa jenazah korban virus corona di Krematorium Nigambodh Ghat, di tepi sungai Yamuna, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India tengah menghadapi ‘badai’ virus COVID-19 yang mengacaukan sistem kesehatan negara itu. (Sajjad HUSSAIN/
Kerabat dan staf membawa jenazah korban virus corona di Krematorium Nigambodh Ghat, di tepi sungai Yamuna, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India tengah menghadapi ‘badai’ virus COVID-19 yang mengacaukan sistem kesehatan negara itu. (Sajjad HUSSAIN/

Dukungan terbaru dari Inggris datang menjelang panggilan antara perdana menteri Boris Johnson dan Narendra Modi, yang dijadwalkan pada Selasa (4/5), yang akan memperdalam hubungan bilateral.

Pertemuan tersebut menggantikan kunjungan langsung yang dijadwalkan Johnson pada bulan April, tetapi harus dibatalkan karena lonjakan infeksi.

Pemerintah Modi enggan memberlakukan kuncian nasional, tetapi hampir 10 negara bagian dan wilayah persatuan India telah memberlakukan beberapa bentuk pembatasan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: