Inggris Lockdown Lagi, Bagaimana Nasib Premier League?

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Inggris kembali memberlakukan lockdown selama satu bulan. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, merasa kebijakan ini harus diambil karena angka penularan virus corona COVID-19 belum bisa dikendalikan.

Johnson memberlakukan lockdown di Inggris hingga 2 Desember 2020. Bar, kelab, dan restoran, ditutup, pengunjung hanya boleh membeli makanan serta minuman untuk dibawa pulang.

Lalu, fasilitas yang tak penting tetap ditutup. Sebenarnya sistem ini serupa dengan lockdown pertama, bedanya hanya sekolah dan universitas tetap akan dibuka.

Orang-orang juga boleh berolahraga dan bekerja di luar. Namun, penerbangan internasional kemungkinan besar bakal dilarang.

Dengan kebijakan ini, bagaimana nasib Premier League ke depannya? Kompetisi, dilansir The Sun, tetap berjalan.

Menteri Digital, Budaya, Media, dan Olahraga, Oliver Dowden, menegaskan berbagai kompetisi elite tetap digelar secara normal. Namun, penonton masih belum boleh datang ke stadion. Pun, level usia dini dan amatir, harus rela dihentikan kelangsungannya.

Yang jadi masalah dengan kebijakan ini, adalah nasib Liga Champions. Tak cuma Inggris sebenarnya yang kembali memberlakukan kembali lockdown. Jerman dan Prancis juga menerapkan kebijakan serupa.

UEFA sadar, situasi ini bakal menjadi persoalan baru di Liga Champions, karena setiap klub akan menemui masalah saat mau masuk kawasan Inggris, Jerman, atau Prancis.

Sedangkan, di periode 5 November hingga 2 Desember 2020 nanti, jadwal di Liga Champions terbilang padat, mengingat penyisihan grup sudah harus selesai saat memasuki Januari 2021 mendatang.