Inggris Panas Dingin, Takut Dinamit Denmark Meledak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Inggris menghadapi Denmark di babak semifinal EURO 2020. Meski The Three Lions diunggulkan, tapi jangan remehkan Tim Dinamit yang bisa menimbulkan ledakan maha dahsyat.

Inggris bentrok dengan Denmark di Wembley, London pada Kamis dini hari nanti 8 Juli 2021. Keduanya akan saling sikut demi memperebutkan tiket ke partai puncak ajang empat tahunan tersebut.

Skuad asuhan Gareth Southgate di atas kertas lebih difavoritkan menjadi pemenang. Komposisi pemain, hingga rekor pertemuan dikantongi dan menjadi modal berharga mereka untuk menembus laga final. Selain itu Inggris juga diuntungkan karena akan mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah.

Di Wembley, mereka tak terkalahkan di dua turnamen elit, yakni Piala Dunia dan EURO. Total dari 15 pertandingan, mereka mengoleksi 10 kemenangan dan 5 hasil imbang.

Terakhir kali di EURO 2020 mereka menyingkirkan Ukraina di babak perempatfinal dengan skor telak 4-0. Harry Kane menjadi pratagonis dengan mencetak 2 gol, dua gol lainnya dicetak Harry Maguire dan Jordan Henderson.

Kini mereka meladeni tim kuda hitam lainnya, Denmark. Kapten Inggris, Harry Kane ketakutan jelang laga ini. "Mereka adalah tim hebat. Kami pernah melawan mereka di Nations League dan tidak memenangkan satu laga pun, satu kali imbang dan sekali kalah," kata Kane, seperti dilansir situs resmi UEFA.

"Mereka sudah bangkit usai start buruk. Kami harus fokus pada diri sendiri, kami tampil di stadion nasional sendiri dan jika kami melakukan hal benar ada kesempatan besar untuk menggapai final," lanjut dia.

Tim berjuluk The Dinamit ini awalnya dikejutkan dengan jatuhnya Christian Eriksen di pertengahan laga, dia kolaps dan tidak bisa berlaga di sisa EURO 2020. Di fase grup, Denmark hampir pasti tak lolos usai menerima 2 kekalahan. Tapi di laga pamungkas mereka bangkit usai mengalahkan Rusia 4-1 dan dinyatakan lolos sebagai peringkat tiga terbaik.

Di fase knockout, Denmark meledak. Babak 16 besar mereka membantai Wales 4-0 dan terakhir mengalahkan Republik Ceko 2-1.

Memang mereka tak diunggulkan, tapi posisi mereka kini tanpa beban dan berpotensi menciptakan ledakan dahsyat bagai tahun 1992 lalu. Kala itu mereka menciptakan sejarah menjadi juara Piala Eropa.

Kala itu, Peter Schmeichel dkk dipuja bak pahlawan dan harapan untuk mengulang prestasi itu terus ada. Sekarang adalah waktunya meledak!


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel