Inggris Peringatkan Kepulangan Pejuang Jihad Barat dari Suriah

London (AFP/ANTARA) - Ekstremis Islam dari negara-negara Barat yang telah pergi berjuang di Suriah dapat melakukan serangan teroris saat mereka kembali ke negara asal mereka, ujar Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, memperingatkan pada Kamis.


Hague mengatakan bahwa Suriah yang saat ini dilanda perang telah menjadi “tujuan nomor satu” bagi para jihadis dari seluruh dunia.


“Mereka mungkin tidak mengeluarkan ancaman kepada kita saat mereka pertama-tama pergi ke Suriah, tapi jika mereka selamat, beberapa orang mungkin kembali dengan ideologi yang lebih keras dan dengan pengalaman terkait senjata dan bahan peledak,” katanya.


“Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar bahaya yang akan ditimbulkan,” tambahnya dalam pidato panjang mengenai penetapan rencana Inggris untuk mengatasi terorisme tanpa mengorbankan HAM.


Doktor asal Inggris, Shajul Islam dan seorang pria lain, Jubayer Chowdhury, dijadwalkan akan diadili di Inggris pada Juni dengan tuduhan menculik dua jurnalis Barat yang ditahan oleh ekstremis Islam di Suriah.


Fotografer Inggris, John Cantlie, mengatakan bahwa dia dan jurnalis Belanda, Jeroen Oerlemans, ditahan selama sepekan pada Juli lalu oleh sekitar 30 militan Islam garis keras dari negara-negara seperti Inggris, Pakistan dan Chechnya.


Hague memperingatkan bahwa perang berkepanjangan di Suriah - yang sudah mengalami pemberontakan selama 22 bulan – merenggut sekitar 70.000 nyawa - juga akan meningkatkan risiko penggunaan senjata kimia atau biologis.


Dia meminta kepada Rusia dan China - yang sebelumnya memblokade aksi terhadap Suriah di Dewan Keamanan PBB - untuk bekerja bersama dengan negara-negara lain untuk menegosiasikan sebuah pemerintahan Suriah yang baru yang dibentuk dari oposisi dan elemen-elemen rezim tersebut.(kn/ik)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.