Inggris, Prancis dan juga Jerman desak Iran kembali pada perjanjian nuklir

PARIS (Reuters) - Pemimpin dari Inggris, Prancis dan juga Jerman menyeru Iran agar sepenuhnya kembali mematuhi perjanjian nuklir 2015 dengan negara besar dunia dan menahan diri dari kekerasan lebih lanjut.

Hal itu disampaikan melalui pernyataan gabungan pada Minggu.

"Kami mendesak Iran agar membalikkan semua langkah yang tak sejalan dengan perjanjian tersebut dan kembali mematuhinya secara penuh," kata para pemimpin dari tiga negara melalui pernyataan, yang diterbitkan oleh kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Kami meminta Iran untuk menahan diri dari aksi kekerasan atau proliferasi lebih lanjut. Kami juga masih siap untuk terlibat dalam agenda ini bersama Iran demi mempertahankan stabilitas kawasan," tambahnya.