Ingin Berdaulat Pangan, Jokowi Bangun 61 Bendungan hingga 2024

Agus Rahmat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Selama ini, salah satu yang menjadi andalan Presiden Joko Widodo adalah infrastruktur. Pada periode pertama pemerintahannya, 2014-2019, fokus pada pembangunan itu.

Selain tol dan akses jalan, salah satu infrastruktur yang digenjot pemerintah pusat adalah bendungan. Pembangunannya ini merata dari ujung barat hingga timur Tanah Air.

"Sepanjang 2015-2020, pemerintah telah membangun 18 bendungan baru di Tanah Air. Dari Bendungan Rajui di Aceh, Titab di Bali, Bajulmati di Jawa Timur, Raknamo di NTT, sampai Tapin di Kalimantan Selatan," ujar Presiden Jokowi seperti dalam akun Twitter pribadinya @jokowi yang diunggah pada Senin 28 Desember 2020.

Baca juga: Liburan ke Gunung Bromo Kini Wajib Tes Cepat Antigen

Indonesia adalah negara yang memiliki lahan pertanian yang juga tidak sedikit. Menurut Presiden, bendungan ini juga dibangun dalam rangka kebutuhan pangan tersebut.

"Pembangunan bendungan adalah ikhtiar kita untuk berdaulat di bidang pangan," tulis Jokowi.

Jokowi mengatakan, puluhan juta rakyat Indonesia adalah petani. Menggantungkan hidup dalam sektor pertanian. Maka pembangunan bendungan juga untuk mendukung sektor itu. Karena bendungan dan irigasinya, adalah bagian yang tak bisa dipisahkan.

Di periode kedua pemerintahannya ini, Kepala Negara menegaskan bahwa pembangunan bendungan tetap akan dilanjutkan. Untuk memenuhi keinginan berdaulat di sektor pangan.

"Pembangunan bendungan akan terus kita lanjutkan. Pemerintah menargetkan sebanyak 61 bendungan baru di seluruh Indonesia akan tuntas secara bertahap hingga 2024," katanya seperti dikutip dalam akun Instagram-nya @jokowi.