Ingin Berkarier di Luar Negeri, Indra Sjafri Beberkan Kunci Rahasia

Muhammad Nurhendra Saputra
·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak pemain sepakbola muda di Indonesia yang bermimpi bermain di luar negeri terutama kompetisi di Eropa. Direktur teknik PSSI, Indra Sjafri menyebutkan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar pemain pesepakbola muda bisa berkompetisi di luar negeri.

Indra mengatakan, setidaknya ada empat poin yang harus dimiliki oleh pemain muda untuk bisa sukses menjadi pemain sepakbola. Yaitu, skill, fisik, kecerdasan taktikal dan mental.

"Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menerapkan dispilin yang tinggi dan mental menjadi prioritas utama. Untuk atlet top, mental saja tak cukup. Keempat hal itu hari sama baiknya," kata Indra, Rabu, 4 November 2020 dalam sesi Webinar oleh Kemenpora 'Mendesain Prestasi untuk GO Internasional.

Baca juga: Reuni dengan Garuda Select, 4 Pemain Tampil Mengejutkan

Menurut Indra, secara skill pemain Indonesia sudah cukup bagus. Bahkan Indra menambahkan, Egy Maulana Vikri (pemain timnas Indonesia) disamakan dengan Lionel Messi bintang Barcelona.

"Tapi skill saja tidak cukup, bagaimana ia mengimplementasikan skill dalam permainan sepakbola. Karena permainan sepakbola itu berubah setiap saat. Bagaimana ia mengantisipasi taktikal, baik itu taktik individu atau dari tim lawan," tambahnya.

"Fisik bisa dibentuk dengan cepat. Dua bulan di Kroasia, kita bisa membentuk fisik dengan cepat. Tapi apakah para pemain di Kroasia fisiknya sudah maksimal? Keempat hal itu tidak maksimal tanpa adanya dasar sepakbola yang benar," jelasnya.

Indra menuturkan, untuk faktor mental itu bisa menggambarkan dua hal, karakter kinerja dan karakter moral. Indra menilai, selama ini semua masih fokus pada kinerja pemain, soal bagaimana pantang menyerah, selalu ingin menang dan bekerja keras.

"Saya pikir semua itu tidak cukup. Kita bisa lebih baik dari pemain Eropa kalau punya karakter moral juga ikut dikembangkan. Karakter moral adalah, ia tahu siapa penciptanya, santun pada orang tua, displin, santun pada pelatih, hormati semua orang dan punya rasa respek," katanya.