Ingin Cegah COVID-19, Pria Arizona Tewas Usai Tenggak Produk Perawatan Akuarium

Liputan6.com, Jakarta Obat malaria chloroquine memang dinilai menjadi salah satu pengobatan potensial bagi pasien COVID-19. Walaupun begitu, penyalahgunaannya bisa berbahaya.

Salah satu negara yang diketahui menguji chloroquine untuk pengobatan pasien COVID-19 adalah Amerika Serikat. Namun, baru-baru ini, seorang pria meninggal usai sembarangan mengonsumsi zat tersebut.

Seorang pria berusia 60 tahun di Arizona, AS meninggal tak lama usai mengonsumsi zat aditif yang seharusnya digunakan untuk akuarium dan berguna membunuh beberapa organisme berbahaya yang membahayakan ikan. Di dalam produk tersebut, terdapat chloroquine phosphate.

Kepada media setempat, istri pria ini mengatakan bahwa dia menonton konferensi pers di mana Presiden AS Donald Trump yang mengungkapkan manfaat dari chloroquine untuk mengobati infeksi virus corona. Saat itu, dia teringat nama itu dalam produk perawatan untuk ikan koinya.

"Saya melihatnya di rak belakang dan berpikir, 'Hei bukankah itu sesuatu yang mereka bicarakan di TV?'" kata wanita yang tak diungkap namanya itu seperti dikutip dari New York Post pada Senin (24/3/2020).

Sang Suami Meninggal Tak Lama Kemudian

Ilustrasi Virus Corona. (Bola.com/Pixabay)

Karena takut akan sakit yang tengah mewabah, keduanya mencampurkan produk ikan tersebut dengan air lalu meminumnya. 20 menit kemudian, mereka merasakan pusing dan panas.

"Saya mulai muntah," kata wanita itu. Sementara, sang suami mulai mengalami masalah pernapasan.

Ketika keduanya dibawa ke rumah sakit, sang suami meninggal tak lama kemudian.

Dilaporkan, produk pembersih akuarium yang dikonsumsi pasangan ini memiliki bahan aktif yang sama dengan obat malaria chloroquine, yang digadang-gadang bermanfaat bagi pasien COVID-19. Hanya saja, keduanya memiliki formula yang berbeda.

Semenjak diumumkan oleh Trump bahwa chloroquine akan digunakan untuk pasien COVID-19, harga produk tersebut beserta turunannya, hydroxychloroquine, melonjak. Namun, para dokter meminta agar masyarakat tidak menggunakannya sembarangan kecuali dengan pengawasan dan telah diresepkan dokter.

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini