Ingin Dapat Modal Usaha? Yuk Ikut Hetero for Startup

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia membawa dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Banyak para pekerja terpaksa harus dirumahkan karena perusahaan gulung tikar. Tidak bisa dipungkiri semakin banyak pengangguran di tengah masyarakat.

Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut, Hetero for Startup (HFS) season 2 kembali hadir dengan memberikan bantuan modal usaha, pendampingan, serta pembinaan usaha bagi pelaku wirausaha muda. Hetero for Startup season 2 selain bisa memberikan bantuan modal usaha, diharapkan juga mampu membawa harapan dan angin segar untuk para entrepreneur Indonesia.

Hetero for Startup merupakan ajang kompetisi wirausaha yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang bertujuan untuk memberdayakan generasi muda yang memiliki kemauan, keinginan dan keyakinan dalam menemukan dan mengubah permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat sekitar menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dengan Sampoerna untuk Indonesia dan Hetero Space sebagai penyelenggara.

“Mereka dari daerah, membawa permasalahan, menciptakan solusi konkrit, membentuk tim hingga membawa harapan dari daerahnya, semangat ini yang akan diusung dalam program Hetero for Startup season 2” tutur Ganjar Pranowo dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (2/11/2021).

Sebelumnya Hetero for Startup season 1 berhasil menjaring peserta sebanyak 2.188 orang dengan total 437 tim yang berpartisipasi di Jawa Tengah. Program ini telah memberikan dana hibah kepada para pemenang dengan total pendanaan sebanyak Rp 50 juta. Hingga saat ini, terdapat 20 tim alumni Hetero for Startup season 1 yang masuk dalam jejaring wirausaha alumni HFS.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menciptakan Solusi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam Kick Off Hetero for Startup Season 2.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam Kick Off Hetero for Startup Season 2.

Hetero for Startup season 2 akan dilaksanakan roadshow di empat provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

“Season 1 hanya fokus di Jawa Tengah. Untuk HFS Season 2 kita ingin mengoptimalkan UKM dan startup di pulau Jawa dan sekitarnya dengan harapan mampu meningkatkan kualitas bisnisnya dan menciptakan solusi konkrit di tengah pandemi,” ujar Emma Rachmawati, kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Jawa Tengah.

Dengan mengusung Local to Global Brand: Creative Problem Solving Base on Local Wisdom, program ini diharapkan mampu menjadi benchmark scaling up UKM dan startup lokal dengan membentuk ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan dalam akses pendampingan bisnis, permodalan / pembiayaan, dan pemasaran.

Kolaborasi dengan Sampoerna untuk Indonesia

Seperti penyelenggaraan tahun lalu, Hetero for Startup season 2 dalam menyalurkan bantuan modal usaha kembali berkolaborasi dengan Sampoerna untuk Indonesia.

Dalam gelaran ini nantinya juga bakal diselenggarakan serangkaian webinar, workshop dan seminar dengan beragam tema bisnis serta kewirausahaan. Rangkaian webinar ini terbuka untuk publik, yang diharapkan dapat memantik semangat dan mendorong calon peserta untuk berpartisipasi dalam gelaran HFS Season 2.

Tak hanya menawarkan hibah modal usaha senilai Rp 100 juta, Hetero for Startup season 2 juga menawarkan banyak kesempatan berharga bagi wirausahawan muda untuk dapat berkembang. Beberapa di antaranya, pengalaman mendapatkan mentoring serta bergabung dan berkolaborasi dengan jejaring wirausaha melalui Hetero Inkubator.

Untuk informasi pendaftaran HFS Season 2, masyarakat bisa memantaunya di linimasa media sosial Hetero for Startup, seperti instagram @heteroforstartup serta situs hfs.hetero.space.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel